English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Elon Musk Tak Akan Matikan Starlink di Ukraina meski Trump Setop Bantuan

KOMPAS · 102K Views

Tentara Ukraina berdiri di sebelah antena internet Starlink di Bakhmut, Ukraina, 9 Februari 2023, ketika perang Rusia-Ukraina sedang berkecamuk.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pengusaha sekaligus penasihat senior Gedung Putih, Elon Musk, menegaskan bahwa layanan internet satelit Starlink miliknya akan tetap tersedia di Ukraina.

Pernyataan ini muncul di tengah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menangguhkan bantuan militer dan intelijen ke negara tersebut.

Keputusan Trump memicu kekhawatiran luas, terutama terkait potensi penghentian akses Starlink bagi Ukraina, yang selama ini menjadi tulang punggung komunikasi pasukan Kyiv di medan perang.

Namun, Musk menepis kekhawatiran itu melalui unggahan di platform media sosialnya, X, pada Minggu (9/3/2025).

"Untuk memperjelas, tidak peduli seberapa besar saya tidak setuju dengan kebijakan Ukraina, Starlink di sana tidak akan pernah dimatikan," tulis Musk, dikutip dari AFP, Senin (10/3/2025).

Ia juga menekankan bahwa tanpa Starlink, pertahanan Ukraina bisa runtuh.

"Tanpa Starlink, garis pertahanan Ukraina akan runtuh karena Rusia bisa mengacaukan semua bentuk komunikasi lainnya! Kami tidak akan pernah melakukan hal semacam itu atau menggunakannya sebagai alat tawar-menawar,” imbuhnya.

Sikorski menyoroti bahwa Polandia turut berkontribusi dalam pendanaan Starlink bagi Ukraina. Dalam unggahannya di X, ia menyebut bahwa Kementerian Digitalisasi Polandia mengeluarkan dana sekitar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 817 miliar) per tahun untuk layanan tersebut.

"Jika SpaceX terbukti tidak dapat diandalkan, kami terpaksa mencari pemasok lain," tulis Sikorski.

Musk merespons pernyataan itu dengan nada mengejek. "Diamlah, orang kecil. Anda hanya membayar sebagian kecil dari biaya sebenarnya. Dan tidak akan ada pengganti untuk Starlink," balasnya.

Perdebatan semakin memanas setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut memberikan komentar. Ia membela Musk dan menuduh Sikorski menyebarkan narasi yang keliru.

"Tidak ada yang mengancam untuk memutus akses Starlink ke Ukraina. Dan setidaknya ucapkan 'terima kasih' karena tanpa Starlink, Ukraina sudah lama kalah perang, dan pasukan Rusia akan berada di perbatasan Polandia sekarang," ujar Rubio.

Sementara itu, kebijakan Trump yang menangguhkan bantuan militer dan intelijen ke Ukraina menimbulkan tekanan besar bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pemerintahan Trump dilaporkan meminta Ukraina untuk menyerahkan sebagian besar kekayaan mineralnya kepada AS serta menyetujui gencatan senjata dengan Rusia tanpa jaminan keamanan.

Langkah ini menambah ketidakpastian di tengah konflik yang masih berkecamuk antara Ukraina dan Rusia.

Keberlanjutan dukungan infrastruktur komunikasi seperti Starlink menjadi semakin krusial bagi Ukraina dalam menghadapi situasi ini.