

Market Analysis
Harga Emas Dunia Melonjak, Emas Antam Ikut Terdongkrak

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik pada perdagangan hari ini. Kenaikan yang selaras dengan perkembangan harga emas dunia.
Pada Rabu (12/3/2025), emas Antam dihargai Rp 1.702.000/gram. Menguat Rp 23.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp 1.551.000/gram. Juga bertambah Rp 23.000 dari posisi kemarin.
Dinamika harga emas dunia ikut mengerek harga emas Antam. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.917,4/troy ons. Melonjak 1,14% dibandingkan hari sebelumnya.
Lesatan harga emas lagi-lagi disebabkan oleh perkembangan di Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump terus mengobarkan bara perang dagang.
Kali ini sasarannya adalah negara tetangga, Kanada. Trump mengancam bakal menaikkan tarif bea masuk bagi impor baja dan aluminium asal Kanada menjadi 50%. Ini dilakukan karena Kanada menerapkan pungutan (levy) terhadap listrik yang dikirim ke Negeri Paman Sam.
Perang dagang semacam ini (apalagi kalau melibatkan lebih banyak negara) akan mempengaruhi arus perdagangan dunia. Pada akhirnya, laju pertumbuhan ekonomi akan tertahan.
Bahkan ada kekhawatiran AS akan terjebak dalam stagflasi. Artinya, laju inflasi berisiko terakselerasi tetapi tidak dengan pertumbuhan ekonomi.
Apabila ini terjadi, maka bank sentral Federal Reserve tentu tidak akan tinggal diam. Pelonggaran moneter dengan penurunan suku bunga acuan bisa dilakukan beberapa kali tahun ini.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
“Pembahasan soal resesi yang makin intens membuat suku bunga dan kurs dolar AS melemah. Ini akan menjadi skenario yang konstruktif bagi harga emas pada paruh kedua tahun ini,” tegas Stephen Jury, Global Commodity Strategist di JPMorgan Private Bank, seperti diberitakan Bloomberg News.

