English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rupiah Bangkit, Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Pagi Ini

Bloomberg Technoz · 48.1K Views

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka menguat sejurus dengan rebound bursa saham domestik, mengawali pekan pertama Maret, Senin (3/3/2025).

Rupiah menguat paling banyak di Asia pagi ini, dibuka naik nilainya 0,24% di level Rp16.540/US$. Pada pukul 09.15 WIB, rupiah makin menguat ke level Rp16.538/US$.

Di belakang rupiah, mayoritas mata uang Asia juga menguat pagi ini. Yaitu dolar Singapura yang naik 0,20%, lalu yen 0,13%, ringgit 0,10 dan peso 0,10%, yuan offshore 0,07% serta dolar Hong Kong 0,03%.

Sementara dolar Taiwan melemah 0,16%, lalu baht juga turun 0,12% serta yuan Tiongkok tergerus 0,05%.

Indeks dolar AS pagi ini dibuka turun di Asia di kisaran 107,18, setelah pekan lalu membukukan kenaikan 0,94%.

Penguatan rupiah pada awal transaksi hari ini, berlangsung di tengah kebangkitan indeks saham. IHSG dibuka menguat 1,46% dan kini makin melaju lebih kuat di level 6.372.

Hijaunya pasar keuangan pagi ini berikut gerak rupiah yang 'bangkit' dari level terlemah dalam lima tahun terakhir, sepertinya mendapatkan katalis positif dari laporan aktivitas manufaktur RI pada Februari yang menyentuh level tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

S&P Global mengumumkan pagi ini, PMI manufaktur Indonesia naik jadi 53,6 pada Februari, dari posisi 51,9.

Level PMI manufaktur pada Februari juga menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024.

Level output juga naik menyentuh 54,4 dibanding 52,3 pada Januari, tertinggi sejak Mei 2024 dan ekspansi dalam empat bulan beruntun. Pemesanan baru juga naik ke level tertinggi sejak Maret 2024. 

Pada saat yang sama, bank investasi JPMorgan pagi ini juga menaikkan rekomendasi untuk saham BBRI, salah big caps di bursa domestik, dari neutral menjadi overweight dengan target harga Rp4.200 per lembar, mencerminkan potensi kenaikan 25% dari level harga BBRI saat ini.

Analisis teknikal

Secara teknikal, rupiah pagi ini telah menembus level resistance terdekat di Rp16.550/US$. 

Selanjutnya rupiah bisa bergerak ke Rp16.500/US$ secara potensial bagi rupiah dalam time frame daily.

Rupiah juga terkonfirmasi membentuk pola Ascending Triangle yang merupakan pola bearish kuat ketika harga akan menembus batas tertinggi harga yang baru.

Level penutupan terlemah rupiah sepanjang sejarah, tercatat pada 17 Juni 1998 di level Rp16.650/US$. Setelah itu, rupiah pernah ambrol lagi ketika pandemi pecah, menyentuh level penutupan di Rp16.575/US$ pada 23 Maret 2020 yang sudah dipecahkan Jumat kemarin.

Level support krusial rupiah hari ini di Rp16.600/US$ yang menjadi support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.650/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp16.700/US$ sebagai support paling kuat dalam sepekan perdagangan kedepan.