English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Nyaris Tak Bergerak Jelang Rilis PCE AS, Ini Faktor Pemicunya

Ocky Satria · 560.6K Views

Harga emas global saat ini hampir tidak bergerak, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS). Pergerakan harga emas yang sebelumnya volatil kini cenderung stabil.

Menurut laporan dari CNBC Indonesia, pada perdagangan Rabu (26/2/2025), harga emas di pasar spot naik tipis 0,04% ke level US$2.916,19 per troy ons. Penguatan ini meskipun kecil tetap menjadi kabar baik setelah penurunan harga emas pada Selasa. Sementara itu, hingga Kamis pagi (27/2/2025) pukul 06.18 WIB, harga emas di pasar spot mengalami penurunan tipis 0,005% ke US$2.916,02.

Investor Menanti Data Inflasi AS

Kenaikan harga emas yang terjadi pada Rabu sebagian besar didorong oleh aksi konsolidasi pasar setelah reli sebelumnya. Namun, investor kini tengah fokus pada rilis data inflasi PCE yang akan dipublikasikan pada hari Jumat. Data ini menjadi salah satu indikator utama yang dipertimbangkan oleh Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, mengungkapkan bahwa tren bullish emas masih berlangsung. "Kami tidak terkejut dengan pergerakan konsolidasi emas menjelang beberapa data penting," ujarnya kepada Reuters.

Jika tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan terjadi, maka kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed dapat tertunda. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, sehingga apabila kebijakan moneter tetap ketat, harga emas berpotensi naik lebih tinggi.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Emas

Selain menunggu data inflasi, investor juga mencermati perkembangan kebijakan Presiden AS, Donald Trump, terkait tarif impor. Pada Selasa, Trump memerintahkan penyelidikan mengenai potensi tarif baru pada impor tembaga guna meningkatkan produksi logam dalam negeri yang penting untuk kendaraan listrik, perangkat militer, dan infrastruktur energi.

Kebijakan suku bunga The Fed juga menjadi faktor utama dalam pergerakan emas. Pada Januari 2025, The Fed menahan suku bunga setelah sebelumnya melakukan pemangkasan sebanyak tiga kali pada tahun sebelumnya dengan total 75 basis poin. Pasar saat ini memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 54 basis poin hingga akhir tahun 2025, yang menunjukkan dua kali pemangkasan sebesar 25 basis poin dengan kemungkinan tambahan pemangkasan 20%.

Menurut catatan Frank Watson, analis pasar di Kinesis Money, kebijakan bank sentral akan menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga emas. "Perilaku bank sentral akan menjadi kunci bagi nasib emas, karena mereka telah menjadi elemen penting bagi permintaan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Dengan ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter yang masih menjadi perhatian utama, investor emas masih harus bersabar menunggu arah kebijakan yang lebih jelas dari bank sentral dan pemerintah AS.

CTA Banner_Welcome Reward

Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!