

Market Analysis
Sinyal Hawkish The Fed Menekan Harga Emas Dunia Pagi Ini

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia bergerak stagnan cenderung tertekan setelah ambles 1,3% pada Selasa lalu.
Pada pembukaan pasar Asia hari ini, Kamis (27/2/2025), harga emas dunia bergerak di kisaran US$ 2.916,25 per troy ounce, mencerminkan penurunan 0,11% dibanding hari sebelumnya.
Tadi malam pada penutupan bursa New York, harga emas hanya naik tipis 0,05%. Masih cukup jauh dari level rekor tertinggi sepanjang masa yang terjadi pada awal pekan di US$ 2.956,19 per troy ounce.
Harga emas yang belum mampu merangkak naik lagi sepertinya terdampak pernyataan pejabat Federal Reserve yang cenderung hawkish.
Gubernur Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan, suku bunga kebijakan di level saat ini perlu dipertahankan untuk menyeret inflasi turun.
"Kita bisa mengatakan bahwa mandat ketenagakerjaan telah tercapai, dan sekarang kita harus mengendalikan mandat stabilitas harga. Kita perlu tetap dalam kebijakan yang restriktif," kata Bostic, dilansir dari Bloomberg.
Di sisi lain, pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan tarif juga memicu kebingungan pasar dan memantik permintaan akan aset safe haven seperti dolar AS, juga emas.
Pernyataan Trump terkait rencana pengenaan tarif impor 25% pada Uni Eropa, juga ketidakjelasan tarif pada China, Kanada serta Meksiko, menaikkan indeks dolar AS hingga menggerus kekuatan mata uang yang menjadi lawannya.
Harga emas juga didorong oleh animo yang meningkat terhadap ETF (Exchange Trade Fund) emas di bursa. Pekan lalu, net buy ETF emas tercatat nilai tertinggi sejak 2022, menurut data yang dilansir Bloomberg.
"Pembeli ETF bisa mendorong kenaikan harga emas dan mengimbangi tren teknis yang melemah serta pasar fisik yang melemah," kata analis Standard Chaptered Plc Suki Cooper.
Sentimen ke depan harga emas adalah rilis data inflasi PCE pada Jumat malam nanti.
Harga emas dunia sudah melesat 17% ketika menyentuh level rekor harga tertinggi baru pada 24 Februari.

