English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Tekor Usai Cetak Rekor, Saatnya Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz · 489.2K Views

Ilustrasi emas batangan. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia amblas pada perdagangan kemarin. Koreksi ini datang setelah harga sang logam mulia menyentuh rekor tertinggi.

Pada Selasa (25/2/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.914,1/troy ons. Jatuh 1,22% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kejatuhan harga emas terjadi usai menembus rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.949,9/troy ons.

Koreksi yang lumayan dalam membuat harga emas turun 0,78% secara point-to-point dalam sepekan terakhir. Namun selama sebulan ke belakang, harga masih naik 6,18%.

Emas juga masih membukukan lesatan 10,92% sejak awal 2025 (year-to-date). Selama setahun terakhir, harga meroket 43,34%.

Jadi memang wajar harga emas pasti akan terpangkas. Akan datang saatnya di mana investor merasa ‘gatal’ untuk mencairkan cuan. Maklum, keuntungan yang bisa diraih memang tidak main-main.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 69,73.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. RSI emas juga sudah di bawah 70, yang berarti tidak lagi jenuh beli (overbought).

Sementara indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling kecil, malah sudah jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, rasanya harga emas bisa naik hari ini. Ada peluang untuk menguji resisten di US$ 2.922/troy ons, yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka target selanjutnya ada di US$ 2.935/troy ons.

Adapun target support ada di US$ 2.909/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko menyeret harga emas ke arah US$ 2.893/troy ons.