English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Setelah Disebut Diktator oleh Trump, Zelensky Buat Perjanjian dengan AS

KOMPAS · 47.8K Views

KYIV, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Jumat (21/2/2025), pemerintahnya tengah bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam pembuatan rancangan perjanjian.

Perjanjian tersebut dibuat untuk memperkuat hubungan kedua negara yang mulai melemah.

“Saat ini, tim dari Ukraina dan Amerika Serikat sedang mengerjakan rancangan perjanjian. Perjanjian ini berpotensi mempererat hubungan kita, dan yang paling penting, rinciannya harus diatur sedemikian rupa sehingga perjanjian itu dipastikan berhasil. Saya berharap ada hasilnya, hasil yang adil,” kata Zelensky, dikutip dari Reuters, Sabtu (22/2/2025).

Menurut laporan AFP, Kamis (20/2/2025), hubungan Ukraina dan AS memburuk setelah adanya keputusan mendadak Presiden AS Donald Trump yang mendiskusikan rencana pengakhiran peperangan dengan Rusia tanpa melibatkan Ukraina.

Ketegangan dua negara ini semakin meningkat saat Trump mengatakan, Ukraina yang memulai perang.

Trump juga mengecam Zelensky sebagai seorang diktator dan memperingatkannya untuk bergerak cepat mengamankan perdamaian dengan Rusia atau berisiko kehilangan negaranya.

Kendati demikian, Ukraina masih mendapat dukungan dari negara-negara sekutu.

Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan telah menawarkan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina. 

Dalam pidatonya, Zelensky menambahkan, ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Luksemburg Luc Frieden untuk mendapatkan jaminan keamanan.

Keduanya sepakat bahwa Eropa harus berbuat lebih banyak untuk mencapai perdamaian.

“Hari ini saya melakukan diskusi yang sangat substantif dengan Perdana Menteri Luksemburg mengenai berbagai gagasan dan usulan untuk mendapatkan jaminan perdamaian dan keamanan. Kesimpulan utamanya adalah Eropa harus berbuat lebih banyak lagi untuk mencapai perdamaian yang nyata dan abadi,” ujar Zelensky.

Namun, Zelensky tetap menyadari pentingnya bantuan AS untuk mencapai perdamaian tersebut.

“Sangat penting bahwa hal ini dapat diraih bersama-sama dengan Amerika Serikat,” tandasnya.