English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Dolar Kian Melemah karena Tarif Resiprokal Trump Tidak Jelas

Inbizia · 55.4K Views

Dolar Semakin Melemah karena Ketidakjelasan Tarif Trump

Selama perdagangan hari ini (14/Februari), Indeks Dolar AS (DXY) jatuh ke 106.65—level terendah sejak Desember tahun lalu. Pelemahan Greenback dipicu oleh kekecewaan pasar terhadap kebijakan tarif yang dianggap membingungkan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa semua negara yang menerapkan bea untuk barang-barang AS wajib membayar tarif resiprokal. Cakupan tarif tersebut begitu luas, tetapi Trump tidak memberi kejelasan lebih lanjut.

Seorang pejabat di White House hanya menyampaikan bahwa negara tujuan serta besaran tarif akan disesuaikan di kemudian hari.

Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB, mengatakan bahwa respons pasar terhadap wacana tarif Trump terbaru sangat minim. Para trader menganggapnya sebagai gertakan belaka dan mungkin akan dibatalkan di saat-saat terakhir.

Sejumlah ekonom lain memperingatkan bahwa kebijakan tarif dapat menjadi bumerang karena AS lebih banyak mengimpor daripada mengekspor. Ini akan jauh lebih merugikan jika negara lain memberlakukan tarif balasan seperti China.

Untuk saat ini, pasar masih relatif tenang karena Howard Lutnick, calon Menteri Perdagangan AS, mengatakan bahwa tarif resiprokal masih "di tahap pengkajian". Dampak bullish Trump terhadap kurs Dolar akan semakin memudar jika AS mencapai kesepakatan dengan negara-negara targetnya.

Pelemahan nilai tukar Dolar hari ini juga dipicu oleh rilis data Retail Sales (penjualan ritel) AS yang anjlok dari +0.7% ke -0.9% pada Januari 2025. Angka tersebut sangat mengecewakan karena konsensus hanya mengantisipasi penurunan ke -0.2%.

Menurut Departemen Perdagangan AS, perlambatan Retail Sales mungkin tidak mencerminkan perubahan signifikan dalam belanja konsumen. Pasalnya, data empat bulan terakhir naik berturut-turut.

Penurunan Retail Sales bulan ini kemungkinan disebabkan oleh kebakaran Los Angeles, suhu dingin di sejumlah wilayah lain, dan kurangnya kendaraan bermotor.

Berdasarkan data FedWatch CME, para trader tetap memperkirakan The Fed tidak akan mengubah suku bunga pada rapat FOMC berikutnya.