English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Kembali Menguat, Perang Dagang AS-China Belum Menunjukkan Akhir

KONTAN · 429.7K Views

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik ke level US$ 2.863 per ons troi, mengikuti kenaikan untuk US Treasuries di tengah meningkatnya ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan ketidakpastian perdagangan AS-China. Kegelisahan pasar masih membuat arus safe-haven menjadi faktor dominan.

Research and Development ICDX, Jonathan Octavianus mengatakan China membalas langkah Amerika Serikat (AS) dengan memberlakukan tarif baru terhadap produk-produk AS. Hal tersebut kian memperburuk ketegangan dalam perang dagang.

"Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa ia tidak melihat urgensi untuk berdiskusi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping guna meredakan situasi," tulisnya dalam riset, Kamis (6/2)

Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan nasional ADP terbaru menunjukkan penambahan 183.000 pekerjaan di sektor swasta pada Januari 2025, melampaui ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 150.000. Sementara, aktivitas sektor jasa AS tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan, tercatat di level 52,4 dibandingkan proyeksi 54,2.

Data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis malam ini menjadi perhatian investor. Klaim awal pengangguran turun 16.000 menjadi 207.000 untuk pekan yang berakhir pada 25 Januari yang mencerminkan pasar tenaga kerja yang perlahan melemah diikuti optimisme konsumen yang menurun terhadap prospek mendapatkan pekerjaan jika terjadi PHK.

"Klaim pengangguran untuk pekan selanjutnya diperkirakan meningkat sebesar 7.000 menjadi 214.000, yang dapat memberikan indikasi lebih lanjut mengenai arah pasar tenaga kerja dan prospek ekonomi AS," paparnya.

Secara teknikal, Jonathan melihat harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.865 hingga area US$ 2.859 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.875 hingga area US$ 2.879. Support terjauhnya berada di area US$ 2.849, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.889.