English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Menghijau, Trump Beri Sinyal Dukung Penurunan Suku Bunga

Kompas · 231.7K Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menghijau pada penutupan pasar Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Dikutip dari CNBC, Indeks S&P 500 meraih rekor tertinggi pada Kamis setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan suku bunga yang lebih rendah dan harga minyak yang lebih murah.

Indeks pasar umum ini naik 0,53 persen, mencapai rekor tertinggi intraday untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks acuan ditutup pada level 6.118,71, melampaui rekor penutupan tertinggi sebelumnya di level 6.090,27 yang tercatat pada awal Desember.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average naik 408,34 poin atau 0,92 persej ke level 44.565,07.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite naik 0,22 persen menjadi 20.053,68.

Sedikit catatan, perdagangan Kamis lalu menandai sesi pertumbuhan keempat berturut-turut untuk ketiga indeks utama.

Pasar saham menguat setelah Trump dalam pidato virtual di Forum Ekonomi Dunia menuturkan, akan menuntut agar suku bunga segera turun.

Presiden AS itu juga akan meminta Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak, yang menyebabkan minyak mentah merugi. Imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek turun menyusul komentar Trump tersebut.

Pasar saham telah terdongkrak minggu ini karena kegembiraan atas potensi pemotongan pajak dan deregulasi di bawah pemerintahan Trump, serta tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang tangguh.

Sementara tarif masih menjadi beban, investor senang dengan kurangnya tindakan formal atas pungutan ini selama hari-hari pertama Trump kembali ke Gedung Putih.

Di samping itu, musim pendapatan kuartal keempat juga dimulai dengan baik, dengan Netflix dan bank-bank besar memberikan laporan positif. Namun American Airlines menyiramkan air dingin pada antusiasme itu, dengan saham anjlok lebih dari 8 persen pada hari Kamis setelah perusahaan mengeluarkan kisi-kisi laporan yang lemah.