English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Trump Berencana Kenakan Tarif 10 Persen pada Impor China Mulai 1 Februari

KOMPAS · 27.7K Views

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Donal Trump mengatakan di Gedung Putih, Selasa (21/1/2025), bahwa dia berencana untuk mengenakan tarif 10 persen pada impor China ke Amerika Serikat (AS) mulai 1 Februari mendatang. Itu merupakan sebuah keputusan yang akan meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Trump mengatakan bahwa tarif itu merupakan respons terhadap peran China dalam krisis fentanil di AS. Trump mengatakan, China mengirim fentanil ke Kanada dan Meksiko, yang kemudian akan diangkut ke AS.

Fentanil merupakan obat opioid sintetis yang sangat kuat dan digunakan secara medis untuk mengobati nyeri parah, seperti yang dialami para pasien pasca-operasi atau yang menderita kanker. Namun, fentanil juga sering disalahgunakan, sering kali dicampur dengan obat-obatan terlarang lain seperti heroin atau kokain.

Ancaman tarif tersebut muncul setelah Trump mengatakan pada Senin lalu bahwa dia berencana untuk mengenakan bea masuk sebesar 25 persen pada impor dari Kanada dan Meksiko sebagai hukuman atas kelonggaran mereka terhadap peredaran fentanil dan masuknya imigran ilegal ke AS dari dua negara itu.

“Kita berbicara tentang tarif sebesar 10 persen terhadap China berdasarkan fakta bahwa mereka mengirim fentanil ke Meksiko dan Kanada,” kata Trump.

Tarif tersebut akan ditambahkan ke bea masuk yang sudah dikenakan Trump terhadap impor China senilai lebih dari 300 miliar dolar (Rp 4.895 triliun) selama masa jabatan pertamanya. Tarif tersebut dipertahankan oleh presiden sebelumnya, Joseph R. Biden Jr, yang juga mengenakan pungutan tambahan pada kendaraan listrik, sel surya, semikonduktor, dan baterai canggih China.

Trump juga berjanji akan menekan Uni Eropa dengan tarif.

"China merupakan pihak yang merugikan, tetapi Uni Eropa sangat, sangat buruk terhadap kami," ujarnya.

"Mereka memperlakukan kami dengan sangat, sangat tidak adil. Jadi mereka akan dikenakan tarif. Itu satu-satunya cara untuk membalas. Itu satu-satunya cara untuk mendapatkan keadilan, " kata Trump.

Saat masa kampanye, Trump berjanji untuk mengenakan tarif sebesar 60 persen pada barang-barang impor dari China.

Janji Trump untuk mengenakan tarif terhadap China, Kanada, dan Meksiko diperkirakan akan menghasilkan tindakan pembalasan terhadap industri-industri AS. Para ekonom telah memperingatkan bahwa perang dagang global dapat menyebabkan inflasi meningkat dan menghambat pertumbuhan ekonomi AS.