English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Biden Cemaskan Konsentrasi Kekuasaan di Tangan Segelintir Orang Super Kaya AS

KOMPAS · 33.9K Views

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS, Joe Biden, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, mengatakan pada Rabu (15/1/2025) bahwa dia prihatin dengan konsentrasi kekuasaan yang berbahaya di tangan segelintir orang super kaya di AS.

“Saat ini, sebuah oligarki sedang terbentuk di Amerika, dengan kekayaan, kekuasaan, dan pengaruh yang luar biasa, yang benar-benar mengancam demokrasi kita, hak-hak dasar dan kebebasan kita, serta kesempatan yang adil bagi semua orang untuk maju,” kata Biden dalam pidato perpisahannya dari Ruang Oval pada Rabu waktu setempat.

Biden menyampaikan hal itu di tengah persiapannya untuk menyerahkan kekuasaan  kepada presiden terpilih Donald Trump pada Senin pekan depan.

Biden kemudian merujuk pada peringatan yang diberikan Presiden Dwight Eisenhower dalam pidato perpisahannya tahun 1961, ketika Eisenhower memperkenalkan istilah "military-industrial complex". Istilah itu menggambarkan hubungan erat antara militer, industri persenjataan, dan pemerintah. Eisenhower memperingatkan, jika hubungan itu tidak diawasi, maka akan terjadi konsentrasi kekuasaan yang berbahaya. Hal ini berpotensi mendorong peningkatan pengeluaran militer yang berlebihan dan kebijakan yang dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi dan politik, bukan oleh kepentingan rakyat.

Biden lalu menambahkan, "Saya memiliki kekhawatiran serupa terhadap kemungkinan munculnya tech-industrial complex yang dapat menjadi ancaman serius bagi negara kita."

Biden menyuarakan kekhawatirannya itu saat sejumlah orang super kaya di dunia dan para raksasa industri teknologi berbondong-bondong mendukung Trump dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah kemenangan Trump pada November lalu.

Miliarder Elon Musk menggelontorkan dana lebih dari 100 juta dolar (Rp 1,6 triliun) untuk membantu Trump terpilih. Sementara tokoh seperti Mark Zuckerberg dari Meta dan Jeff Bezos dari Amazon menyumbang untuk komite pelantikan Trump serta melakukan kunjungan ke klub pribadi Trump di Florida untuk bertemu dengan presiden terpilih itu.

Biden telah mengusulkan amandemen konstitusi untuk mengakhiri kekebalan hukum bagi presiden yang menjabat, setelah Mahkamah Agung AS tahun lalu memberikan perlindungan luas kepada Trump dari tanggung jawab pidana atas perannya dalam upaya menentang kekalahannya dalam pemilu tahun 2020 melawan Biden.