English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Dolar Terkoreksi Pasca Rilis Inflasi PPI

Inbizia · 21.1K Views

Dolar Terkoreksi Pasca Rilis Inflasi PPI

Selama perdagangan sesi New York hari ini (14/Januari), Indeks Dolar AS (DXY) tertekan di 109.50. Reli Dolar terhenti karena rilis data PPI (Producer Price Index) AS mengecewakan.

Biro Statistik Ketenagakerjaan AS melaporkan inflasi produsen turun ke 0.2% pada Desember 2024. Padahal, konsensus mengharapkan pertumbuhan yang solid di 0.4%. Secara tahunan, inflasi PPI hanya tumbuh ke 3.3%, tidak sampai ke 3.5% seperti yang diestimasikan pasar.

Inflasi produsen untuk kelompok barang inti (Core PPI) bahkan tidak tumbuh sama sekali. PPI Inti tahunan pun macet di 3.5%, gagal memenuhi ekspektasi kenaikan ke 3.8%.

Laporan inflasi produsen yang mengecewakan menjadi sinyal buruk jelang rilis data CPI (Consumer Price Index) AS besok. Untuk saat ini, konsensus memperkirakan inflasi konsumen naik ke 0.4% secara bulanan dan 2.9% secara tahunan. Sementara itu, Core CPI diestimasikan stabil, baik dalam basis bulanan maupun tahunan.

Meski angka-angkanya memerah, laporan inflasi produsen tidak begitu memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Data terkini menunjukkan para pelaku pasar tetap memperkirakan rate cut baru dilaksanakan pada paruh kedua tahun ini.

Pasalnya, rilis data NFP minggu lalu mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang sangat tangguh sehingga mendukung tingkat suku bunga tinggi. The Fed pun hampir mustahil memotong suku bunga tanpa melalui pertimbangan matang jelang pelantikan Donald Trump.

Sebagaimana diketahui, kebijakan-kebijakan kontroversial Trump berpotensi memantik gejolak di pasar keuangan. Kurs Dolar sempat berfluktuasi beberapa waktu lalu akibat rumor kebijakan bea impor Trump.

Saat ini, para trader menunggu rilis data CPI dan pidato petinggi The Fed sembari memantau dinamika politik AS. Paul Mackel, kepala riset forex global di HSBC mengingatkan bahwa sidang pencalonan Scott Bessent yang dilaksanakan besok juga dapat memicu volatilitas pasar secara tiba-tiba.