English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rekor Baru, Apple Raksasa Dunia Pertama Bernilai Rp 62.000 Triliun

CNBC Indonesia · 68K Views

FILE PHOTO: An Apple logo is seen on the building's facade as activists from the anti-globalisation organisation Attac hold the protest against alleged tax evasion by Apple company in front of an Apple store in Frankfurt, Germany, March 10, 2018. REUTERS/Ralph Orlowski/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat Apple menjadi perusahaan pertama di dunia yang valuasi pasarnya hampir mencapai US$4 triliun atau persisnya US$ 3,85 triliun (Rp62.323 triliun)

Perusahaan ini telah mengungguli Nvidia dan Microsoft berkat lonjakan saham sekitar 16% sejak awal November 2024 yang telah menambahkan sekitar US$ 500 miliar ke kapitalisasi pasarnya.

 

"Rally terbaru dalam saham Apple mencerminkan antusiasme investor terhadap kecerdasan buatan dan ekspektasi bahwa hal ini akan menghasilkan supercycle peningkatan iPhone," kata Tom Forte, analis di Maxim Group, dikutip dari Reuters, Selasa (24/12/2024).

Apple menjadi perusahaan AS pertama yang mencapai tonggak sejarah valuasi hingga mencapai triliunan dolar.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah menuai kritik karena lamban dalam memetakan strategi kecerdasan buatan (AI), sementara Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms telah melesat maju untuk mendominasi teknologi yang sedang berkembang.

Saham Nvidia, yang unggul di pasar AI, telah melonjak lebih dari 800% selama dua tahun terakhir, dibandingkan dengan kenaikan saham Apple yang hampir dua kali lipat selama periode yang sama.

Apple pada awal Desember mulai mengintegrasikan ChatGPT OpenAI ke dalam perangkatnya setelah mengumumkan rencana pada Juni untuk mengintegrasikan teknologi AI generatif di seluruh rangkaian aplikasinya.

Perusahaan memperkirakan pendapatan keseluruhan akan meningkat rendah hingga pertengahan satu digit, selama kuartal pertama fiskal.

Namun, data LSEG menunjukkan analis memperkirakan pendapatan dari iPhone akan pulih pada 2025 mendatang.