

Market Analysis
Powell Sebut Trump Tidak Bisa Pecat Dirinya, Usai Umumkan Hasil FOMC

Dalam konferensi pers terbaru setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya meskipun Presiden terpilih Donald Trump menghendakinya. Hal ini disampaikan Powell setelah The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dengan kisaran baru di 4,50%-4,75%. Keputusan ini disepakati bulat dalam FOMC, yang berlangsung selama dua hari dan diakhiri pada Kamis, 7 November 2024.
Powell mengatakan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri jika ia menerima tekanan dari pemerintahan baru Donald Trump untuk mundur karena bank sentral menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin pada hari Kamis.
Mengutip dari The Guardian (8/11), Powell menanggapi pertanyaan apakah dia akan mengundurkan diri jika Trump memintanya untuk meninggalkan perannya, Powell menjawab dengan tegas “tidak”. Powell juga mengatakan bahwa Gedung Putih menurunkan jabatan gubernur The Fed dari peran kepemimpinan mereka tidak “tidak diizinkan oleh hukum”.
Selain itu, Powell menegaskan bahwa pemilihan presiden AS tidak akan memengaruhi kebijakan moneter dalam jangka pendek. Dia menyatakan, "Dalam waktu dekat, pemilihan tidak akan berdampak pada keputusan kebijakan kami." Selain itu, kemenangan Partai Republik yang menguasai Senat dan kemungkinan Dewan Perwakilan akan mempermudah Trump dalam mendorong agenda ekonomi, termasuk pemotongan pajak dan pemberlakuan tarif pada impor China.
Steve Mnuchin, mantan menteri keuangan Trump, mengungkapkan bahwa kebijakan Trump ke depan mungkin akan fokus pada pemotongan pajak dan tarif, terutama pada China. Menanggapi potensi kebijakan tersebut, Powell menyatakan bahwa The Fed akan terus menyesuaikan kebijakannya sesuai mandat ganda untuk memaksimalkan lapangan kerja dan menjaga stabilitas harga. "Kami belum tahu apa kebijakannya dan kapan akan dilaksanakan," kata Powell, seraya menambahkan bahwa saat ini terlalu dini untuk membuat asumsi.
The Fed Pangkas Suku Bunga, Respon Terhadap Kondisi Ekonomi

Pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 basis poin ini dilakukan setelah melihat kondisi pasar tenaga kerja AS yang mulai menunjukkan pelunakan, meskipun tingkat pengangguran tetap rendah dan inflasi mendekati target 2%. Laporan pertemuan FOMC menyatakan bahwa aktivitas ekonomi AS terus berkembang dengan laju yang stabil.
Meski pasar tenaga kerja mulai melunak, tekanan harga dinilai ‘telah mencapai kemajuan’ menuju sasaran. Pada September lalu, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, tanpa memperhitungkan makanan dan energi, menunjukkan inflasi tahunan berada di sekitar 2,6%. Pernyataan ini menunjukkan perubahan pandangan yang ‘sedikit kurang dovish’ dari The Fed, yang membuka kemungkinan penghentian pemangkasan suku bunga pada Desember.
Dampak Politik dan Ekonomi dari Kemenangan Trump
Di sisi lain, investor melihat kemenangan Trump sebagai faktor yang mungkin mempersulit rencana penurunan suku bunga lebih lanjut dari The Fed. Trump, yang sebelumnya berkonflik dengan Powell mengenai kebijakan suku bunga pada periode pertamanya sebagai presiden, mengusung kebijakan proteksionis seperti tarif impor tinggi dan pembatasan imigrasi yang berpotensi memberikan dampak besar pada perekonomian.
Pasar merespon pernyataan ini dengan penurunan imbal hasil obligasi, sementara kurva imbal hasil melandai dan dolar AS sedikit melemah meskipun tetap bertahan pada level rendah. Pasar berjangka kini memperkirakan The Fed berpotensi memangkas suku bunga lagi sebesar 25 basis poin pada pertemuan terakhir tahun ini pada Desember.
Dengan latar politik yang semakin dinamis, Powell kembali menegaskan komitmen The Fed untuk tetap fokus pada mandatnya dan tidak dipengaruhi oleh perkembangan politik jangka pendek.
Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

