English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pendapatan Q4 Melorot, Starbucks Siapkan Inovasi Menu dan Strategi Baru

Ocky Satria · 70.8K Views

Pendapatan Q4 Melorot, Starbucks Siapkan Inovasi Menu dan  Strategi Baru

Pada laporan keuangan kuartal keempat yang diumumkan pada hari Rabu, Starbucks mengalami penurunan pendapatan yang tidak sesuai dengan ekspektasi analis, terutama akibat penurunan penjualan di Amerika Serikat dan Tiongkok, dua pasar terbesar perusahaan ini. CEO baru, Brian Niccol, yang baru bergabung sejak 9 September, memaparkan rencana strategis untuk meningkatkan kembali kinerja bisnis Starbucks yang tengah mengalami tantangan besar (CNBC, 30/10).

Dalam upaya mengembalikan daya tarik Starbucks, Niccol berencana meluncurkan sejumlah inisiatif, salah satunya adalah mempercepat waktu pengantaran minuman menjadi kurang dari empat menit. Saat ini, setengah dari transaksi Starbucks di Amerika Serikat sudah mencapai target waktu ini. Selain itu, Starbucks akan mengembalikan bar kopi bumbu yang sempat ditarik dari meja kasir sejak pandemi, menghapus biaya tambahan untuk alternatif susu, serta memangkas menu demi efisiensi operasional. Strategi ini juga mencakup peningkatan layanan pemesanan dan pembayaran melalui ponsel serta meningkatkan jumlah staf kafe untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Saya sangat optimis meskipun terdapat tantangan jangka pendek," ujar Niccol kepada para investor. "Kami memiliki kekuatan besar, merek yang kuat dan tahan lama, serta rencana yang jelas untuk bergerak cepat."

Baca juga: Investasi Bodong Meningkat!  Total Kerugian Tembus  Rp139,67 Triliun!

Rencana Perusahaan untuk 2025

SBUX

Strategi yang dirancang Niccol untuk saat ini difokuskan pada pasar Amerika Utara, terutama di Amerika Serikat. Meskipun demikian, ia menyatakan akan meluangkan waktu di Tiongkok untuk memahami lebih dalam kondisi operasi perusahaan di pasar tersebut sebelum merancang strategi khusus untuk menghidupkan kembali penjualan di sana. Di tahun fiskal 2025, Starbucks juga akan mengurangi pembukaan dan renovasi kafe baru guna mengalokasikan anggaran untuk perubahan desain yang lebih luas, seperti yang dijelaskan oleh CFO Rachel Ruggeri.

Selain itu, Starbucks juga mengumumkan dengan peluncuran menu liburannya pada tanggal 7 November, perusahaan tidak akan lagi mengenakan biaya tambahan untuk menyesuaikan minuman dengan susu non-susu. Ini bertujuan memudahkan pelanggan dalam membuat minuman Starbucks mereka sendiri.

“Inti dari Starbucks Experience adalah kemampuan untuk menyesuaikan minuman Anda agar menjadi milik Anda. Dengan menghapus biaya tambahan untuk susu non-susu, kami merangkul semua cara pelanggan kami menikmati Starbucks mereka,” kata Brian Niccol, ketua dan kepala eksekutif Starbucks.

Mengganti susu non-susu – baik itu susu kedelai, susu gandum, susu almond, atau susu kelapa – dalam minuman buatan tangan adalah penyesuaian kedua yang paling banyak diminta oleh pelanggan Starbucks, setelah menambahkan segelas espresso. Ketika perubahan ini mulai berlaku pada tanggal 7 November, hampir setengah dari pelanggan Starbucks saat ini di AS yang membayar untuk mengubah minuman mereka di toko yang dioperasikan perusahaan akan melihat pengurangan harga lebih dari 10%.

Laporan Keuangan Q4 dan Pandangan Perusahaan

Menurut laporan dari Investing (1/11), Starbucks mencatatkan beberapa pencapaian keuangan dan tantangan pada kuartal ini:

  • Pendapatan Q4 turun 3% menjadi $9,1 miliar, dengan penurunan penjualan gerai sebanding sebesar 7%.

  • Pendapatan bersih setahun penuh meningkat 1% menjadi $36,2 miliar.

  • EPS (Earnings per Share) Q4 turun 24% menjadi $0,80, terdampak oleh berkurangnya jumlah pelanggan dan kenaikan biaya.

  • Untuk sementara, perusahaan menangguhkan panduan tahun fiskal 2025 guna mengevaluasi strategi baru di bawah kepemimpinan Niccol.

Baca juga: Pengertian Biaya SWAP pada Trading Forex

Upaya Peningkatan dan Fokus Baru Starbucks

Niccol menekankan pentingnya pengembalian identitas Starbucks sebagai “kedai kopi komunitas.” Starbucks akan menambah jumlah staf, memperkenalkan kembali bar kopi bumbu, dan mengoptimalkan manajemen pemesanan mobile untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Di sisi finansial, perusahaan meningkatkan dividen tunai kuartalan dari $0,57 menjadi $0,61 per saham.

Sorotan Kinerja Starbucks Q4

Secara keseluruhan, Q4 menunjukkan beberapa kelemahan yang menjadi perhatian. Penurunan transaksi yang signifikan mempengaruhi pendapatan dan penjualan di gerai sebanding. Margin operasional juga menyusut menjadi 14,4%, terutama akibat kenaikan upah dan biaya promosi. Namun, di sisi lain, pendapatan bersih konsolidasi mengalami peningkatan tahunan yang moderat, dan Starbucks tetap berkomitmen pada kualitas kopi serta pengalaman pelanggan. Selain itu, terdapat optimisme perusahaan terhadap ekspansi internasional dan kemitraan strategis di masa depan.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Niccol optimis bahwa langkah-langkah strategis yang ia siapkan dapat memperkuat kembali posisi Starbucks, terutama di Amerika Utara, sebelum akhirnya merambah pasar Tiongkok dengan rencana yang lebih matang.

 

CTA Banner_SWAP Promo

Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!