

Market Analysis
Preview Rilis NFP, Data Penting Terakhir Sebelum FOMC Pekan Depan

Jelang rilis data NFP (non-farm payrolls) terbaru, publikasi yang dijadwalkan pada Jumat, 1 November, pukul 08:30 ET (19.30 WIB) ini akan memberikan pandangan mendalam tentang arah pasar tenaga kerja AS namun dengan banyak dipengaruhi ketidakpastian akibat gangguan alam dan kendala industri. Diperkirakan bahwa AS menambah 108 ribu pekerjaan pada Oktober 2024, laju paling lambat dalam enam bulan terakhir, turun dari 254 ribu pada bulan September. Gabungan dampak dari Badai Helene dan Milton, serta pemogokan di Boeing dan sektor perhotelan di California dan Hawaii, menjadi faktor utama penghambat laju pertumbuhan pekerjaan.
Ekspektasi NFP dan Dampaknya
Analis memproyeksikan bahwa angka pengangguran akan bertahan di level 4,1%, sementara upah diperkirakan naik 0,3% secara bulanan. Meski pertumbuhan upah ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan 0,4% di September, kenaikan tahunan diperkirakan tetap stabil pada 4%. Jika tren ini berlanjut, Fed diantisipasi akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam dua pertemuan mendatang, namun data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan bulan ini dapat mempengaruhi keputusan tersebut.
Isu Teknis di Balik Data NFP
Meski cuaca buruk dan pemogokan memperumit data bulan ini, penting untuk digarisbawahi bahwa penurunan signifikan jumlah pekerjaan bulanan bukan hal baru dalam laporan NFP. Dalam tiga tahun sebelum pandemi, sekitar 10% bulan mencatat kenaikan di bawah 100 ribu pekerjaan, dan pada September 2017 bahkan terjadi penurunan, yang juga dipengaruhi badai. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada laporan pekerjaan negatif, tidak serta merta menandakan pasar tenaga kerja yang melemah secara signifikan.
Pengaruh Lanjutan
Laporan pekerjaan ini muncul menjelang pemilihan presiden yang ketat, menambah signifikansi dari setiap perubahan dalam data tenaga kerja terhadap sentimen publik. DXY yang berada dekat level tertinggi multi-bulan memiliki potensi koreksi jika laporan pekerjaan cenderung lemah. Hal ini dapat menambah tekanan untuk pertimbangan kebijakan oleh Federal Reserve pekan depan.

