

Market Analysis
Dolar Terkerek Notulen FOMC September

Selama perdagangan hari ini (10/Oktober), Indeks Dolar AS (DXY) merangkak naik ke 102.90—level tertinggi sejak pertengahan Agustus lalu. Penguatan Dolar dipicu oleh rilis notulen FOMC yang memberikan pandangan baru terkait spekulasi suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.
Disebutkan dalam notulen bahwa Federal Reserve tidak terikat pada pemangkasan suku bunga dengan laju tertentu. Menurut para anggota komite, jalur normalisasi kebijakan secara menyeluruh jauh lebih penting daripada "jumlah pelonggaran awal pada rapat ini".
Sebagai informasi, hampir seluruh anggota komite mendukung pemotongan suku bunga sebesar 50 bp pada rapat yang dilaksanakan 17-18 September tersebut. Alasannya, perubahan kebijakan besar-besaran dapat mempermudah penyesuaian dengan indikator inflasi dan tenaga kerja AS baru-baru ini.
Para pelaku pasar menafsirkan isi notulen FOMC sebagai sinyal bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Alih-alih rate cut 50 bp, para trader dan investor kini memperkirakan The Fed hanya akan memotong suku bunga sebesar 25 bp. Bahkan, ada kemungkinan rate cut lanjutan tak akan dilakukan tahun ini.
Data FedWatch CME terkini menunjukkan peluang 85% untuk rate cut sebanyak 25 bp pada rapat FOMC November. Sementara itu, sebanyak 15% konsensus yakin tidak ada perubahan suku bunga dalam kesempatan tersebut.
Selanjutnya, para trader dan investor menantikan rilis data inflasi AS nanti malam. Konsensus memperkirakan inflasi CPI akan turun dari 0.2% ke 0.1% per September 2024. Core CPI atau CPI Inti juga diproyeksi turun dari 0.3% ke 0.2% di bulan yang sama.
Apabila angka inflasi ternyata lebih rendah dari perkiraan, peluang pemertahanan suku bunga berisiko sirna. Sementara itu, angka yang melampaui estimasi dapat memupuskan ekspektasi penurunan inflasi. Pada gilirannya, hal ini dapat menaikkan spekulasi rate cut dan menyokong Dolar AS.

