

Market Analysis
Harga Emas Terguncang Sentimen Risk-On yang Melanda Pasar

Saat ini, sentimen risk-on yang melanda pasar global telah memicu aksi ambil untung di kalangan investor emas. Kondisi ini didorong oleh grafik harian yang sedikit overbought, di mana harga emas cenderung terkoreksi. Di saat yang bersamaan, penguatan Dolar AS (USD) yang moderat turut memberikan tekanan pada logam mulia. Namun, setiap penurunan harga yang signifikan tampaknya sulit terjadi, mengingat spekulasi pelonggaran kebijakan yang lebih agresif oleh Federal Reserve (The Fed) terus mengemuka. Kebijakan tersebut diyakini akan membatasi penguatan USD dan justru mendukung kenaikan harga emas, yang dikenal sebagai aset aman tanpa imbal hasil.
Selain faktor kebijakan moneter, risiko geopolitik yang terus berlanjut, khususnya dari konflik di Timur Tengah, menambah ketidakpastian global yang mendukung harga emas. Ketidakpastian politik di Amerika Serikat, dengan pemilihan presiden yang akan digelar pada bulan November, juga menjadi salah satu faktor penting yang menjaga permintaan terhadap emas tetap kuat. Kondisi-kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan, menunggu isyarat lebih lanjut terkait jalur pemotongan suku bunga The Fed.
Para pedagang emas juga akan fokus pada sejumlah peristiwa penting minggu ini, terutama pidato dari beberapa anggota Federal Open Market Committee (FOMC). Salah satu yang paling dinanti adalah pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang akan berbicara pada hari Kamis. Pidato ini diharapkan memberikan wawasan lebih dalam mengenai prospek kebijakan moneter AS dan potensi pemotongan suku bunga di masa mendatang.
Selain itu, data ekonomi utama yang akan dirilis pekan ini adalah Indeks Harga Belanja Konsumsi Perorangan (Personal Consumption Expenditure/PCE) pada hari Jumat. Indeks ini merupakan salah satu indikator inflasi yang dipantau ketat oleh The Fed. Kuatnya data PCE akan mendukung permintaan USD, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi pergerakan pasangan XAU/USD. Para pelaku pasar akan sangat memperhatikan hasil data ini untuk menentukan strategi perdagangan selanjutnya.
Secara keseluruhan, meski aksi ambil untung dan penguatan USD menekan harga emas saat ini, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan The Fed akan menjadi penentu utama arah harga emas di minggu-minggu mendatang.
Sentimen risk-on yang berlaku, bersama dengan kondisi yang sedikit overbought pada grafik harian, mendorong beberapa aksi ambil untung dan menekan logam mulia di tengah kenaikan Dolar AS (USD) yang moderat. Namun, setiap penurunan korektif yang berarti tampaknya sulit di tengah spekulasi pelonggaran kebijakan yang lebih agresif oleh Federal Reserve (The Fed). Ini akan menghambat USD dan dapat mendukung logam kuning yang tidak berimbal hasil.
Yen Jepang (JPY) sedikit melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu karena para investor menilai prospek kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Pada hari Selasa, Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengindikasikan bahwa bank sentral memiliki waktu untuk mengevaluasi kondisi pasar dan ekonomi sebelum melakukan penyesuaian kebijakan, yang menandakan bahwa tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga lagi.
Ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) atau tanda-tanda pelemahan ekonomi Zona Euro dapat membatasi kenaikan Euro (EUR) terhadap USD. Anggota dewan gubernur ECB, Klaas Knot, mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral akan terus menurunkan suku bunga setidaknya sampai paruh pertama tahun 2025, ke level antara 2% dan 3%. Sementara itu, pengambil kebijakan ECB Madis Muller mencatat bahwa penurunan suku bunga bulan depan tidak dapat dikesampingkan, tetapi para pengambil kebijakan mungkin tidak memiliki data yang cukup untuk membuat penilaian yang pasti tentang ekonomi kawasan yang sedang berjuang.
Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER
Investasi Derivatif melibatkan risiko kerugian yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
Kebijakan Privasi
PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures untuk keperluan internal. PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h
PT. Deu Calion Futures dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki risiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

