

Market Analysis
Pasar Saham AS Tergelincir, Investor Tunggu Pidato Powell di Jackson Hole

Pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan pada hari Kamis (22/8), dengan ketiga indeks utamanya melemah. Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya saham-saham teknologi, sementara imbal hasil Treasury meningkat. Kenaikan imbal hasil ini terjadi karena berkurangnya kekhawatiran tentang kemungkinan resesi, bertepatan dengan berlangsungnya Simposium Ekonomi tahunan di Jackson Hole, yang dihadiri oleh pejabat bank sentral dari seluruh dunia.
Kelompok saham teknologi utama yang dikenal sebagai "Magnificent Seven" memberikan dampak signifikan pada Nasdaq, yang dikenal sebagai indeks dengan konsentrasi tinggi pada sektor teknologi. Investor kini tengah menantikan pidato dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Pidato ini diharapkan memberikan wawasan lebih lanjut tentang siklus pelonggaran kebijakan moneter yang akan diambil oleh The Fed, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga.
Selain itu, laporan terbaru menunjukkan adanya peningkatan dalam klaim pengangguran di AS, menyusul revisi data gaji yang menunjukkan penurunan tajam pada hari Rabu. Data ini semakin memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS tidak sekuat yang diharapkan dan mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Kondisi ini, meskipun meredakan kekhawatiran akan resesi, juga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan September.
Sentimen ini juga didukung oleh pernyataan dari beberapa Presiden Federal Reserve, termasuk Frank Schmid dari Kansas City, Susan Collins dari Boston, dan Patrick Harker dari Philadelphia, yang menyatakan bahwa pemotongan suku bunga kemungkinan besar akan segera dilakukan, menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang ada. Dengan berbagai perkembangan ini, para investor sangat menantikan arahan dari pidato Powell di Jackson Hole untuk menentukan langkah investasi selanjutnya.
Calendar:

Harga emas turun lebih dari 1% dari harga tertingginya kamis malam, tertekan oleh rebound dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 4 sen menjadi $73,05 per barel.
EUR/USD terkoreksi turun setelah ada di puncak terbaru selama 13 bulan pada terakhir akibat menguatnya USD.
Harga USD/JPY saat ini masih menguji batas bawah / Support Area selama 2 minggu terakhir. Hal tersebut disebabkan dari kembali menguatnya JPY.
Harga NAS100 / NASDAQ terkoreksi turun karna menguatnya USD dimana efek dari naiknya imbal hasil obligasi yang memikat minat investor ke aset tersebut.
Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER
Investasi Derivatif melibatkan risiko kerugian yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
Kebijakan Privasi
PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures untuk keperluan internal. PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h
PT. Deu Calion Futures dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki risiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

