English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Ini 5 Ancaman Resesi AS yang Bikin Investor Dunia Panik!

Ocky Satria · 20.2K Views

Pasar keuangan di Asia dan seluruh dunia mengalami kejatuhan tajam karena kekhawatiran resesi di Amerika Serikat (AS). Ketakutan ini muncul setelah data ekonomi AS menunjukkan penurunan yang signifikan. Melansir dari laporan CNBC Indonesia (5/8/2024), berikut adalah lima ancaman resesi di AS yang membuat investor dunia panik.

  1. Tingkat Pengangguran Naik Pada Jumat (2/8/2024), AS mengumumkan tingkat pengangguran yang naik menjadi 4,3% pada Juli 2024, dari 4,1% pada Juni 2024. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2021 dan jauh di atas ekspektasi pasar yang sebesar 4,1%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melemah.

  2. Penambahan Tenaga Kerja Sektor Non-Pertanian Melambat Penambahan tenaga kerja di sektor non-pertanian (non-farm payrolls) hanya mencapai 114.000 pada Juli 2024, jauh di bawah pencapaian Juni yang sebesar 179.000 dan ekspektasi pasar yang sebesar 175.000. Penurunan ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan mulai menahan laju perekrutan mereka.

  3. Klaim Pengangguran Meningkat Klaim pengangguran naik signifikan menjadi 249.000 pada pekan yang berakhir 27 Juli 2024, melampaui ekspektasi yang memproyeksikan kenaikan hanya sebesar 1.000 klaim menjadi 236.000 klaim. Jumlah klaim pengangguran ini jauh di atas angka pada pekan sebelumnya yang sebesar 235.000. Kenaikan klaim pengangguran ini menandai risiko peningkatan pengangguran di masa depan.

  4. Sektor Manufaktur Melemah Indeks PMI Manufaktur S&P Global AS tercatat di angka 49,6 pada Juli 2024, terendah sepanjang tahun ini. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan dalam kondisi bisnis di sektor manufaktur AS. Indeks PMI Jasa ISM AS juga merosot ke 48,8 pada Juni 2024, kontraksi terparah sejak April 2020, yang menandakan bahwa sektor jasa juga mengalami kesulitan.

  5. Kepercayaan Konsumen Jatuh Data dari Universitas Michigan menunjukkan bahwa sentimen kepercayaan konsumen AS turun ke 66,4 pada Juli 2024, angka terendah dalam delapan bulan terakhir. Penurunan ini menandakan bahwa konsumen mulai merasa tidak yakin dengan prospek ekonomi, yang bisa berdampak negatif pada pengeluaran dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Dampak Kebijakan The Fed

Karena data ekonomi yang memburuk, banyak pelaku pasar berharap bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan segera memangkas suku bunga untuk mendorong perekonomian. The Fed mempertahankan suku bunga di level 5,25-5,50% pada Rabu (31/7/2024) dan memberi sinyal kuat akan memangkas suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada September mendatang.

Russ Mould, direktur investasi di AJ Bell, mengatakan bahwa meningkatnya pesimisme ekonomi menjadi tanda buruk bagi pasar saham global. "Dulu, pemotongan suku bunga dianggap sebagai kabar baik, tapi sekarang pemotongan suku bunga berarti ada langkah-langkah untuk menghindari resesi," ujarnya kepada CNN International.

Prospek Ekonomi AS

Ekonomi AS masih tumbuh 2,8% (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2024, tetapi pertumbuhan ini bisa menurun drastis jika kondisi tenaga kerja terus memburuk dan The Fed tidak segera memangkas suku bunga. Terakhir kali AS mengalami penurunan ekonomi berturut-turut adalah pada kuartal I hingga kuartal III-2022.

Dengan ancaman resesi yang semakin nyata, banyak investor berharap The Fed segera mengambil langkah untuk mencegah penurunan ekonomi yang lebih parah.

 

CTA Banner_Welcome Reward

Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!