English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Biden Mundur dari Pilpres AS, Dolar Bergeming

Inbizia · 14.5K Views

Biden Mundur dari Pilpres, Dolar Bergeming

Presiden Joe Biden yang kembali mencalonkan diri dalam pemilu AS tahun ini mendadak menyatakan mundur. Biden mengumumkan bahwa keputusan itu diambil agar ia bisa lebih fokus memenuhi tugas sebagai presiden.

Selang beberapa jam kemudian, Biden menunjuk Wakil Presiden Kamala Harris untuk menggantikannya. Sejumlah politisi Partai Demokrat segera menyatakan dukungan penuh untuk Harris. Namun, para petinggi partai seperti Barack Obama dan Ketua DPR Nancy Pelosi belum buka suara.

Hasil survei menunjukkan bahwa peluang kemenangan Harris dalam Pilpres AS 2024 nyaris sama dengan Biden. Artinya, prospek kemenangan Donald Trump dari Partai Republik masih di atas angin.

Sebelumnya, para ekonom memproyeksikan Dolar menguat apabila Trump berhasil menjadi Presiden AS lagi. Ekspektasi tersebut membuat kurs Dolar stabil, tetapi tidak cukup kuat untuk mendorong kenaikan lebih lanjut sebelum hasil pemilu diumumkan.

Akan tetapi, Athanasios Vamvakidis dari BofA berpendapat bahwa kepemimpinan Trump kelak belum tentu sesuai harapan pasar. Pasalnya, Trump tidak menginginkan nilai tukar Dolar yang kuat.

Data FedWatch CME saat ini masih menunjukkan peluang penuh untuk pemangkasan suku bunga The Fed mulai September. Selama perdagangan hari ini (22/Juli), Indeks Dolar AS (DXY) hanya berkonsolidasi di sekitar 104.40. EUR/USD dan GBP/USD juga cenderung mendatar masing-masing di 1.0880 dan 1.2910.

Sementara itu, AUD/USD dan NZD/USD anjlok kurang lebih 0.7% karena PBoC (People's Bank of China) tiba-tiba memotong suku bunga sebesar 10 basis poin. Selain itu, kedua pair tersebut masih tertekan aksi risk-off akibat insiden gangguan Windows minggu lalu.