

Market Analysis
Dolar Kian Terpukul Usai Rilis PMI Nonmanufaktur

Selama perdagangan sesi New York (3/Juli), Indeks Dolar AS (DXY) jatuh sekitar 0.5% ke 105.06. Pelemahan Dolar terhadap berbagai mata uang mayor setelah pidato Ketua The Fed pun berlanjut.
EUR/USD menguat sekitar 0.55% ke 1.0810, meninggalkan level terendah mingguan usai rilis data CPI Zona Euro kemarin. NZD/USD naik 0.7% ke 0.6120 dan AUD/USD meroket lebih dari 0.8% ke 0.6730.
Pelemahan Dolar dipicu oleh rilis data PMI (Purchasing Managers Index) versi ISM yang mengecewakan. Skor PMI Nonmanufaktur AS turun dari 53.8 ke 48.8 pada Juni 2024, terendah sejak Mei 2020. Sebelumnya, konsensus hanya memperkirakan penurunan tipis ke 52.6.
Semua subindeks dalam laporan tersebut juga meleset dari estimasi. Subindeks Harga, salah satu tolok ukur inflasi, tumbang dari 58.1 menjadi 56.3. Subindeks ketenagakerjaan yang menjadi indikator awal NFP ambruk dari 47.1 ke 46.1.
Sejumlah data ekonomi AS lain banyak yang memerah. Factory Orders terjun bebas dari +0.4% ke -0.5% pada Mei 2024, jauh dari antisipasi penurunan ke 0.2% saja. Jumlah pesanan di luar produk transportasi juga turun hingga ke -0.7%.
Initial Jobless Claims bahkan bertambah dari 234K menjadi 238K. Sementara itu, ADP Nonfarm Employment Change turun dari 157K ke 150K. Padahal, pasar mengharapkan kenaikan ke 163K.
Melesetnya skor PMI Jasa dan serangkaian data ekonomi AS lainnya membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga. Data FedWatch CME saat ini menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga pada September naik menjadi 72.6%.
Selanjutnya, para trader dan investor akan mencermati data NFP (Nonfarm Payrolls) AS yang dirilis pada hari Jumat. Konsensus memperkirakan NFP akan turun dari 272K menjadi 189K. Apabila hasilnya lebih buruk dari estimasi, Dolar berisiko turun lebih jauh.
