English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Powell The Fed: Inflasi AS Melambat, Tetapi Perlu Bukti Lebih Kuat

Inbizia · 1K Views

Powell Akui Inflasi Turun, Tetapi Ingin Lebih Banyak Bukti

CPI Inti (Core CPI) tahunan AS yang menjadi referensi inflasi utama The Fed telah melambat ke 2.6% pada Mei 2024. Penurunannya sangat signifikan apabila dibandingkan dengan pertumbuhan hingga lebih dari 4% pada tahun lalu. Pasar pun kian meyakini Fed rate cut akan dimulai pada September.

Ketua The Fed Jerome Powell mengakui inflasi AS melemah, tetapi ia memilih bungkam perihal waktu dan frekuensi pemotongan suku bunga. Powell hanya menegaskan perlunya lebih banyak bukti sebelum mengambil kebijakan apapun.

Menurut Powell, data-data terbaru menunjukkan adanya kecenderungan kembali ke jalur disinflasi. Namun, ia ingin memastikan bahwa penurunan inflasi menuju target 2% berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Powell mengatakan bahwa inflasi AS tidak akan menyentuh target hingga 2 tahun ke depan. Namun, ia juga memperkirakan inflasi akan turun ke kisaran 2.0%-2.5% dalam kurun waktu setahun mendatang.

Meski belum mutlak, para pelaku pasar menganggap pernyataan Powell sebagai konfirmasi bahwa The Fed akan memulai rate cut pada paruh kedua 2024. Keputusan final kelak akan bergantung pada data-data ekonomi dan ketenagakerjaan AS berikutnya.

Pernyataan Jerome Powell yang cenderung dovish tersebut menyebabkan nilai tukar Dolar AS melemah. Selama perdagangan sesi Eropa hari ini (2/Juli), Indeks Dolar AS (DXY) turun ke 105.60-an.

EUR/USD yang sempat tergelincir ke level terendah mingguan mulai mendaki ke 1.0760. GBP/USD juga menguat tipis ke kisaran 1.2699.

Sementara itu, USD/JPY terus melanjutkan reli menuju 162.00 karena ramainya transaksi carry trade.