English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Anjlok, Usai The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

Kompas · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/9/2026) waktu setempat, setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Pelemahan Wall Street terjadi setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi AS masih tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang berarti.

Mengutip CNBC pada Kamis (17/9/2026), indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi 30 saham unggulan turun 631,21 poin atau 1,21 persen menjadi 51.461,90.

Penurunan Dow Jones dipimpin oleh saham Goldman Sachs.

Sementara, indeks S&P 500 melemah 0,45 persen ke level 7.551,81.

Adapun Nasdaq Composite turun tipis 0,01 persen menjadi 25.978,42.

Ketiga indeks utama Wall Street tersebut sempat menguat sepanjang perdagangan.

Namun, pergerakan berbalik setelah The Fed mengumumkan keputusan suku bunga dan Warsh menyampaikan konferensi pers.

Dalam keputusan yang diambil secara bulat, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).

Dengan kenaikan itu, target federal funds rate berada pada kisaran 3,75 persen hingga 4 persen.

Kenaikan merupakan yang pertama dilakukan The Fed sejak Juli 2023.

The Fed juga mengisyaratkan kemungkinan kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Pada awalnya, pasar merespons kenaikan suku bunga yang telah diperkirakan tersebut dengan relatif tenang.

Namun, saham-saham mulai bergerak turun ketika Warsh menyampaikan konferensi pers.

Dalam pernyataannya, Warsh berulang kali menekankan bahwa risiko inflasi belum menunjukkan perbaikan.