

Market Analysis
Harga Emas Naik dari Level Terendah 6 Pekan Kamis (17/9), Pasar Cerna Sinyal The Fed

KONTAN.CO.ID - Harga emas mulai menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026), setelah menyentuh level terendah hampir enam pekan pada sesi sebelumnya.
Investor mencermati prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) kembali menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kenaikan lanjutan.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.283,45 per ons troi pada pukul 00.15 GMT. Pada perdagangan Rabu, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember justru turun 1,5% menjadi US$4.321,80 per ons troi.
The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75%-4,00% pada Rabu (16/9). Bank sentral AS juga membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan sejumlah data ekonomi menunjukkan penguatan, termasuk kondisi pasar tenaga kerja.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang membuatnya mendukung kenaikan suku bunga.
Kebijakan suku bunga menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Kenaikan suku bunga cenderung menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil seperti obligasi pemerintah.
Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan penjualan ritel kembali meningkat tajam pada Agustus. Rumah tangga meningkatkan pembelian berbagai barang serta belanja di restoran dan bar.
Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi AS meski konsumen menghadapi kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi.
Harga Emas Masih Dibayangi Suku Bunga
Pasar kini mencermati bagaimana kebijakan The Fed akan berkembang setelah bank sentral memberikan sinyal masih terbukanya ruang pengetatan moneter.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menjadi tekanan bagi emas dalam jangka pendek.
Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga biaya peluang memegang aset tersebut meningkat ketika tingkat suku bunga naik.
Selain The Fed, investor juga memperhatikan keputusan Bank of England (BoE) yang dijadwalkan pada Kamis.
BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi pasar mencermati kemungkinan sinyal mengenai dampak kenaikan harga energi terhadap kebijakan moneter Inggris.
Pergerakan harga emas juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran memperkuat posisinya setelah melakukan serangkaian serangan.
Konflik tersebut turut meningkatkan risiko terhadap pasokan minyak global dan menjadi faktor yang tetap diperhatikan investor komoditas.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya ikut menguat. Harga perak spot naik 0,6% menjadi US$63,35 per ons troi. Platinum naik 0,8% menjadi US$1.765,65 per ons troi, sedangkan palladium menguat 1,4% menjadi US$1.286,95 per ons troi.

