

Market Analysis
Harta Orang Terkaya di Jepang Naik US$19 Miliar dalam 9 Hari, Miliarder Lain Merosot

KONTAN.CO.ID - Masayoshi Son, orang terkaya di Jepang sekaligus CEO SoftBank Group, berhasil menambah hampir US$19 miliar atau sekitar Rp334,2 triliun ke dalam kekayaannya.
Menariknya, kenaikan itu terjadi dalam waktu sembilan hari ketika sejumlah miliarder Jepang lain justru mengalami penurunan kekayaan.
Berdasarkan data real-time Forbes per 9 September 2026, kekayaan Masayoshi Son mencapai US$81,4 miliar atau sekitar Rp1.439,2 triliun.
Angka tersebut melonjak sekitar 30% dibandingkan posisi pada akhir Agustus yang tercatat sebesar US$62,5 miliar.
Masayoshi Son Tambah Harta Hampir US$19 Miliar
Lonjakan kekayaan Masayoshi Son terutama berkaitan dengan kenaikan saham SoftBank Group. Mengutip VnExpress, saham perusahaan tersebut telah naik sekitar 24% dalam sebulan dan menguat hingga 48% sejak awal 2026.
Pergerakan saham SoftBank mendapat sentimen positif dari strategi perusahaan dalam mengembangkan investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Salah satu investasi terbesar SoftBank berada di OpenAI. Pada Februari 2026, SoftBank mengumumkan investasi sebesar US$30 miliar atau sekitar Rp530,4 triliun ke perusahaan AI tersebut.
Jika digabungkan dengan investasi sebelumnya, total pendanaan SoftBank ke OpenAI diperkirakan akan mencapai lebih dari US$64 miliar atau sekitar Rp1.131,5 triliun pada akhir Oktober 2026.
Peluncuran model terbaru OpenAI, GPT-6 Astra, yang dirancang untuk menangani pekerjaan lebih kompleks, turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek SoftBank.
Saham Arm Holdings Ikut Angkat Kekayaan Son
Selain saham SoftBank, kinerja Arm Holdings juga menjadi faktor yang mendukung kenaikan kekayaan Masayoshi Son.
Arm Holdings merupakan perusahaan desain chip asal Inggris yang menjadi bagian penting dalam industri semikonduktor. Saham perusahaan tersebut ikut terdorong oleh meningkatnya minat terhadap teknologi AI.
Sepanjang 2026, saham Arm Holdings telah melonjak sekitar 128%.
Kenaikan nilai aset-aset tersebut kemudian ikut mengerek posisi Masayoshi Son dalam daftar orang terkaya dunia.
Ia kini berada di peringkat ke-28 dunia, naik dari posisi ke-36 ketika Forbes merilis daftar tahunan miliarder dunia pada Maret 2026.
Harta Miliarder Jepang Lain Justru Menyusut
Kenaikan kekayaan Masayoshi Son terlihat semakin mencolok karena terjadi berlawanan dengan pergerakan empat miliarder Jepang lainnya.
Tadashi Yanai, pendiri sekaligus CEO Fast Retailing yang menaungi merek Uniqlo, mengalami penurunan kekayaan paling besar setelah Son.
Hartanya berkurang US$2,8 miliar, dari US$62,4 miliar pada 31 Agustus menjadi US$59,6 miliar pada 9 September 2026.
Selanjutnya, Takemitsu Takizaki, honorary chairman perusahaan sensor Keyence, kehilangan US$1,5 miliar. Kekayaannya turun dari US$24,7 miliar menjadi US$23,2 miliar.
Dua miliarder lainnya, Yasumitsu Shigeta dan Takao Yasuda, masing-masing mengalami penurunan kekayaan sekitar US$200 juta.
Kekayaan Shigeta turun dari US$6,4 miliar menjadi US$6,2 miliar. Sementara kekayaan Yasuda berkurang dari US$4,4 miliar menjadi US$4,2 miliar.
Daftar 5 Orang Terkaya di Jepang
Berikut daftar lima orang terkaya Jepang berdasarkan data Forbes per 9 September 2026:
| Nama | 31 Agustus 2026 | 9 September 2026 | Perusahaan | Sumber Kekayaan |
|---|---|---|---|---|
| Masayoshi Son | US$62,5 miliar | US$81,4 miliar | SoftBank | Telekomunikasi, investasi |
| Tadashi Yanai & keluarga | US$62,4 miliar | US$59,6 miliar | Fast Retailing | Ritel fashion |
| Takemitsu Takizaki | US$24,7 miliar | US$23,2 miliar | Keyence | Sensor |
| Yasumitsu Shigeta | US$6,4 miliar | US$6,2 miliar | Hikari Tsushin | Ritel telepon seluler |
| Takao Yasuda | US$4,4 miliar | US$4,2 miliar | Pan Pacific International Holdings | Ritel |

