English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Impor Jepang Agustus Melonjak, Harga Minyak Dorong Biaya Energi

KONTAN · 1 Views

KONTAN.CO.ID - Impor Jepang melonjak untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus 2026, terdorong kenaikan harga minyak mentah yang meningkatkan biaya energi.

Di sisi lain, ekspor Jepang tetap solid dan mencatat pertumbuhan selama 12 bulan beruntun berkat permintaan produk terkait semikonduktor.

Mengutip data Kementerian Keuangan Jepang pada Rabu (16/9/2026), nilai impor Jepang pada Agustus meningkat 28% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan median proyeksi ekonom sebesar 26,3%.

Kenaikan harga minyak mentah membuat nilai impor energi meningkat meski yen menguat tajam setelah Jepang dan Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi bersama untuk membeli yen.

Data perdagangan tersebut menunjukkan bagaimana kenaikan harga energi memperbesar tagihan impor Jepang sekaligus menambah tekanan inflasi.

Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir Jumat (18/9).

Sementara itu, nilai ekspor Jepang meningkat 19,3% YoY pada Agustus. Pertumbuhan tersebut melampaui proyeksi ekonom sebesar 18,2%, meski melambat dari kenaikan 23,2% pada Juli.

Kinerja ekspor ditopang kuatnya pengiriman produk terkait semikonduktor serta kenaikan harga logam non-ferrous.

Ekspor Jepang ke AS meningkat 24,9% YoY pada Agustus. Sementara itu, ekspor ke China tumbuh 20,6%.

Defisit perdagangan Jepang melebar

Lonjakan biaya impor energi membuat neraca perdagangan Jepang kembali mencatat defisit. Defisit perdagangan mencapai 1,106 triliun yen atau sekitar US$7,12 miliar pada Agustus.

Angka tersebut lebih besar dibandingkan proyeksi ekonom yang memperkirakan defisit sebesar 1,053 triliun yen.

Harga minyak kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah serangan terhadap kapal dan infrastruktur energi di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Kondisi tersebut berpotensi membuat biaya impor Jepang tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Kenaikan biaya impor yang diikuti ekspor solid dan pertumbuhan upah dapat memperkuat alasan bagi BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Pasar secara luas memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Jumat.

BOJ juga berpotensi memberikan sinyal mengenai percepatan kenaikan suku bunga berikutnya apabila tekanan harga meningkatkan risiko inflasi melampaui proyeksi bank sentral.

Perekonomian Jepang sendiri masih menunjukkan ketahanan meski menghadapi gangguan rantai pasok. Data revisi yang dirilis pekan lalu menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh lebih kuat dari perkiraan awal pada kuartal II-2026, ditopang belanja perusahaan yang ternyata lebih solid dari laporan sebelumnya.