English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Dunia Turun Jelang Keputusan The Fed, Ini Pemicunya

Kompas · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Selasa (15/9/2026) atau Rabu (16/9/2026) pagi WIB, tertekan penguatan dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury).

Kenaikan harga minyak mentah lebih dari 3 dollar AS per barrel memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada pekan ini.

Harga emas spot turun 0,1 persen menjadi 4.293,29 dollar AS per troy ounce. Emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus 2026 pada perdagangan Senin (14/9/2026).

Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup turun 0,4 persen menjadi 4.332,80 dollar AS per troy ounce.

"Harga energi yang lebih tinggi menyebabkan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi yang lebih tinggi dapat menyebabkan suku bunga yang lebih tinggi. Itu tidak baik bagi emas... emas saat ini berada dalam area yang cenderung bergerak dalam kisaran terbatas. Harganya bahkan bisa turun lebih dalam jika suku bunga terus bergerak naik," kata Senior Market Strategist StoneX Daniel Pavilonis.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada hari ini, Rabu (16/9/2026).

Pasar keuangan memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75 persen-4 persen.

Pasar juga mencermati sinyal The Fed mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

"Saya pikir sebagian besar kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan dalam harga pasar. Ini sangat bergantung pada apa yang dikatakan The Fed setelahnya. Apakah mereka akan terus menaikkan suku bunga? Apakah mereka akan memantau situasi? Secara keseluruhan, ini bukan kondisi yang baik bagi emas," ujar Pavilonis.

Di sisi lain, dollar AS juga menguat sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kondisi tersebut menekan permintaan terhadap emas.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi sejak 2007.

Emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik.

Namun, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dianggap sebagai aset bebas risiko dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Sebagian besar risiko The Fed yang bersikap hawkish tampaknya sudah diperhitungkan dalam harga. Namun, emas tetap rentan jika pembuat kebijakan memberi sinyal bahwa suku bunga tinggi akan bertahan dalam waktu yang lebih lama," kata analis ING dalam sebuah catatan.

Adapun harga logam mulia lainnya terpantau bergerak menguat.

Harga perak spot naik 0,3 persen menjadi 63,41 dollar AS per ounce.

Harga platinum naik 0,7 persen menjadi 1.772,32 dollar AS per ounce, sedangkan palladium naik 0,1 persen menjadi 1.294,14 dollar AS per ouns