English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Minyak Naik & Inflasi AS Panas, Bursa Asia Bersiap Melemah

Bloomberg Technoz · 1 Views

Bloomberg Technoz, Bursa saham dan obligasi Asia diperkirakan melemah setelah lonjakan harga minyak memicu aksi jual di pasar AS, sementara data inflasi terbaru memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menaikkan suku bunga.

Minyak mentah Brent melonjak di atas US$107 per barel pada Kamis (10/9), mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun dan mengangkat dolar AS ke level tertinggi dalam sepekan. Obligasi juga berada di bawah tekanan setelah Departemen Keuangan AS membeli kembali utang senilai US$5,19 miliar, lebih rendah dari yang diantisipasi investor. Laporan inflasi produsen yang lebih tinggi dari perkiraan juga mendorong pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pekan depan.

 
Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia seluruhnya mengarah lebih rendah pada pembukaan perdagangan. Kontrak indeks saham AS bergerak tipis pada awal perdagangan Asia setelah S&P 500 turun untuk hari keempat berturut-turut, menjadi rentetan penurunan terpanjang sejak Juni. Saham Oracle Corp naik sekitar 6% dalam perdagangan setelah jam reguler setelah melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan yang melampaui perkiraan.

Laporan indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis Jumat kini menjadi ujian penting bagi pasar. Investor mencari tanda-tanda apakah kenaikan biaya energi mulai mendorong tekanan harga yang lebih luas. Data yang lebih rendah dari perkiraan dapat meredakan kenaikan imbal hasil dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang membebani saham, sementara kejutan kenaikan lainnya berisiko memperpanjang aksi jual.

"Imbal hasil dan harga minyak mungkin perlu turun agar saham bisa kembali bergerak baik," kata Stephanie Roth, kepala ekonom Wolfe Research. Hal itu, misalnya, dapat terjadi jika data inflasi pada Jumat "muncul jauh lebih rendah."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di seluruh tenor pada Kamis, dengan imbal hasil tenor 10 tahun menembus 4,9%, tertinggi sejak 2023. Aksi jual semakin dalam setelah pemerintah AS membeli surat utang tenor 10 hingga 20 tahun dalam jumlah yang lebih sedikit dari perkiraan investor dalam operasi pembelian kembali yang diperluas pertama kali oleh Menteri Keuangan Scott Bessent.

Indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,4% pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi kenaikan terbesar sejak Mei. Pasar swap kini memperkirakan peluang sekitar 70% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pekan depan dan sepenuhnya memperhitungkan kenaikan pada Oktober. Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Lagarde turut menambah kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan moneter global dengan mengatakan inflasi kawasan tersebut akan tetap jauh di atas target hingga 2027.

"Data IHP AS yang tinggi dan pernyataan Christine Lagarde yang bernada hawkish sama-sama mencerminkan realitas yang mengarah pada kemungkinan dimulainya siklus kenaikan suku bunga bank sentral global, yang tidak mendukung aset berisiko saat ini maupun dalam jangka pendek," kata Joe Brusuelas, kepala ekonom RSM US LLP.

Lonjakan harga minyak menambah persoalan bagi bank sentral karena konflik di sekitar Selat Hormuz mengancam mempertahankan harga energi pada level tinggi. Peningkatan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur perairan vital tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak, gas alam, dan diesel, sehingga menambah kekhawatiran bahwa biaya energi akan merembet ke inflasi.

Iran mengisyaratkan tidak berniat mundur menghadapi blokade angkatan laut AS dan mengancam akan meningkatkan serangannya jika AS terus menyerang wilayahnya.

"Kenaikan harga minyak akan menjadi perhatian menjelang pemilu paruh waktu," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING Groep NV. "Agar harga bergerak jauh lebih tinggi, kita perlu melihat eskalasi terbaru berdampak pada gangguan baru terhadap aliran minyak melalui Selat Hormuz."