English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Spot Tertahan di US$ 4.396 Kamis (10/9), Investor Tunggu Data Inflasi AS

KONTAN · 1 Views

KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (10/9/2026) pagi. Investor memilih menahan diri menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot berada di level US$ 4.396,69 per ons troi pada pukul 00.15 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$ 4.440,80 per ons troi.

Pelaku pasar kini menunggu data producer price index (PPI) AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. Data consumer price index (CPI) menyusul pada Jumat.

Kedua indikator tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi membuat bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Dalam jajak pendapat Reuters terhadap ekonom, mayoritas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September dan sepanjang sisa tahun ini.

Perkiraan tersebut kembali berbeda dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya sejumlah kenaikan suku bunga.

Sementara itu, CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada September mencapai sekitar 60%.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.

Ketika imbal hasil aset berbunga meningkat, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai cenderung berkurang.

Perang Iran jadi perhatian pasar

Selain data inflasi, investor juga mencermati perkembangan konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi inflasi global melalui harga energi.

Iran pada Rabu mengatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz setelah AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.

Serangkaian serangan tersebut disebut sebagai gelombang serangan terbesar terhadap kapal sejak perang berlangsung sekitar enam bulan.

Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut meningkatkan risiko tekanan terhadap pasokan energi dan harga minyak global.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting bagi pasar karena lonjakan harga energi dapat kembali meningkatkan inflasi.

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan menaikkan suku bunga pada Kamis untuk kedua kalinya tahun ini.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi akibat perang Iran.

Perak dan platinum ikut dipantau

Di pasar logam lainnya, harga perak spot bergerak datar di US$ 67,30 per ons troi. Harga platinum naik 0,1% menjadi US$ 1.897,57 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,2% menjadi US$ 1.355,44 per ons troi.

World Platinum Investment Council memperkirakan pasar platinum global akan mengalami surplus pada tahun ini.

Kondisi tersebut menjadi yang pertama sejak 2022 dan dipengaruhi oleh melemahnya permintaan investasi serta perhiasan.

Pergerakan harga emas selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi AS. Data yang menunjukkan tekanan inflasi lebih rendah dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat.