

Market Analysis
Konflik Timur Tengah Meluas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Rudal Tanker Iran

TEHERAN, KOMPAS.com - Konflik di kawasan Timur Tengah kian meluas. Amerika Serikat (AS) menyerang kapal tanker Iran, sedangkan kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang kota-kota di Arab Saudi.
Media pemerintah Iran melaporkan adanya beberapa serangan dari pihak AS, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (8/9/2026)
Kantor berita Tasnim menyebutkan, rudal AS menghantam kapal tanker Iran yang berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat minyak Pulau Kharg.
Selain itu, stasiun TV pemerintah melaporkan serangan AS terhadap tanker minyak kedua di dekat perairan Jask, Teluk Oman.
Merespons aksi penyerangan tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menargetkan kapal-kapal tanker minyak yang berada di pelabuhan Kuwait dan Bahrain.
Melalui pernyataan resminya di media pemerintah, IRGC peringatkan para awak kapal di wilayah tersebut untuk segera melakukan evakuasi.
Di sisi lain, IRGC mengklaim telah menangkap drone bawah air milik AS di dekat Selat Hormuz.
Namun, pejabat AS membantah hal tersebut dan menjelaskan bahwa sebuah drone militer bawah air milik mereka mengalami gangguan teknis.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa drone itu tidak dilengkapi dengan peralatan sonar atau radar rahasia.
Menyusul konfrontasi maritim ini, Kementerian Keuangan AS mengumumkan sanksi baru di sektor penerbangan untuk melumpuhkan armada maskapai Iran.
Sementara itu, Pemerintah Iran mengumumkan rencana untuk menerapkan zona maritim eksklusif yang membentang dari perimeter blokade AS, melintasi Selat Hormuz hingga ke perairan Teluk Persia.
Di titik konflik lainnya, kelompok Houthi melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah selatan Arab Saudi.
Serangan menggunakan drone dan rudal tersebut menyasar empat kota utama, yaitu Khamis Mushait, Abha, Najran, dan Jazan.
Di Khamis Mushait, serangan diarahkan ke pangkalan udara Arab Saudi.
Sementara di Abha, Najran, dan Jazan, target serangan mencakup aset-aset perusahaan minyak milik negara Arab Saudi.

