English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pengertian COGS, Rumus & Cara Menghitungnya, Bedanya dengan COGM?

Beladdina Annisa · 1 Views

Menjalankan operasional bisnis memerlukan pemahaman mendalam mengenai seluruh struktur pengeluaran, terutama biaya langsung yang membentuk produk siap jual. Salah satu aspek krusial yang perlu dipahami oleh setiap pemilik usaha adalah keterkaitannya dengan Cost of Goods Manufactured (COGM) dan bagaimana biaya tersebut mentransformasi persediaan menjadi barang jadi. Dengan menguasai kalkulasi persediaan dan harga pokok penjualan secara akurat, Anda dapat menjaga profitabilitas serta kesehatan finansial perusahaan secara berkelanjutan.

 

Apa Itu COGS?

COGS atau Cost of Goods Sold (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Harga Pokok Penjualan/HPP) adalah total seluruh biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang berhasil dijual dalam satu periode akuntansi. Biaya ini mencakup semua pengeluaran yang secara spesifik dapat diatribusikan langsung pada pembuatan produk jadi, mulai dari bahan baku utama hingga tenaga kerja langsung yang menangani proses produksi.

Dalam pencatatan laporan keuangan, COGS dimasukkan ke dalam laporan laba rugi (income statement) sebagai pengurang langsung dari pendapatan kotor (gross revenue). Penting untuk dicatat bahwa COGS hanya memperhitungkan barang yang benar-benar terjual pada periode tersebut. Biaya untuk barang yang masih tersisa di gudang tidak dimasukkan ke dalam perhitungan COGS periode berjalan, melainkan dicatat sebagai aset persediaan (inventory asset) di neraca keuangan.

Bagi bisnis manufaktur, penentuan angka COGS sangat bergantung pada modal awal produksi yang dihitung melalui Cost of Goods Manufactured (COGM). Sementara pada bisnis perdagangan ritel atau distributor, COGS dihitung murni dari harga pembelian barang persediaan ditambah biaya pengiriman hingga barang siap dijual.

welcome reward

Mengapa COGS Penting bagi Bisnis?

Memahami dan menghitung COGS secara teliti bukan sekadar formalitas pencatatan pembukuan. Pengukuran angka ini memiliki implikasi langsung terhadap strategi finansial bisnis Anda. Berikut adalah alasan utama mengapa COGS sangat vital:

1. Menghitung Laba Kotor

Laba kotor (gross profit) merupakan indikator paling mendasar untuk mengukur apakah operasional inti bisnis Anda mendatangkan keuntungan. Laba kotor didapatkan dengan mengurangkan total pendapatan bersih dengan COGS. Tanpa angka COGS yang akurat, Anda tidak akan pernah tahu apakah margin keuntungan yang didapatkan sudah menutup biaya dasar pembuatan produk.

2. Menentukan Harga Jual

Menetapkan harga jual barang (pricing strategy) yang kompetitif namun tetap menguntungkan membutuhkan data dasar biaya per unit. Dengan mengetahui COGS per unit barang, Anda dapat menentukan persentase markup harga yang realistis agar bisnis dapat menutupi biaya operasional lain seperti pemasaran, sewa kantor, hingga gaji manajerial.

3. Mengukur Efisiensi Bisnis

COGS mencerminkan efisiensi proses manufaktur dan rantai pasok (supply chain) Anda. Jika rasio COGS terhadap pendapatan terlalu tinggi, ini menjadi sinyal awal bahwa terdapat pemborosan bahan baku, harga pemasok yang terlalu mahal, atau jam kerja buruh yang tidak efisien. Mengawasi tren COGS secara berkala membantu Anda melakukan optimasi biaya lebih cepat.

4. Membantu Pengambilan Keputusan

Data COGS yang terstruktur memberikan navigasi strategis bagi manajemen. Apakah Anda perlu bernegosiasi ulang dengan vendor bahan baku? Apakah perlu beralih ke otomatisasi mesin? Ataukah lini produk tertentu sebaiknya dihentikan karena biaya produksinya terlalu membebani? Semua keputusan tersebut membutuhkan basis data COGS yang valid.

 

Komponen COGS

Untuk menghitung COGS secara akurat, Anda perlu memahami empat komponen dasar yang menyusun persediaan barang bisnis Anda:

1. Persediaan Awal

Persediaan awal (beginning inventory) adalah nilai total stok barang yang siap dijual pada hari pertama periode akuntansi berjalan. Nilai ini diambil dari angka persediaan akhir pada laporan keuangan periode sebelumnya.

2. Pembelian Bersih

Komponen ini mencakup seluruh pembelian persediaan barang dagangan (pada bisnis ritel) atau pembelian bahan baku tambahan (pada bisnis manufaktur) selama periode berjalan. Pembelian bersih dihitung dengan menambahkan biaya angkut masuk (freight-in) serta mengurangkan potongan pembelian (purchase discounts) dan retur pembelian (purchase returns).

3. Kondisi Ekonomi

Faktor makroekonomi seperti laju inflasi, fluktuasi nilai tukar mata uang asing, kenaikan harga bahan bakar, hingga perubahan regulasi upah minimum regional secara langsung memengaruhi nilai komponen pembentuk COGS. Ketika harga pasokan di pasar melonjak akibat kondisi ekonomi, biaya perolehan persediaan Anda otomatis ikut terdorong naik.

4. Persediaan Akhir

Persediaan akhir (ending inventory) adalah nilai total stok barang yang belum terjual pada akhir periode akuntansi. Nilai persediaan akhir ini dihitung melalui proses stock opname fisik maupun sistem pencatatan inventaris berulang (perpetual inventory system).

1280_424.jpg

Rumus COGS dan Cara Hitung

Secara sederhana, akumulasi biaya pergerakan persediaan hingga menjadi penjualan dihitung menggunakan rumus standar berikut:

COGS = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir

Khusus untuk perusahaan manufaktur, nilai "Pembelian Bersih" dipadankan atau dikombinasikan dengan total harga pokok produksi atau Cost of Goods Manufactured (COGM) yang memperhitungkan bahan baku terpakai, tenaga kerja langsung, dan beban overhead pabrik.

Contoh Kasus dan Cara Menghitung:

Asumsikan Anda mengelola sebuah bisnis retail pakaian "Baju Bagus" pada periode Januari 2026. Data keuangan mencatat:

  • Persediaan awal barang jadi (1 Jan 2026): Rp50.000.000

  • Pembelian persediaan baru selama Januari: Rp120.000.000

  • Biaya angkut pembelian persediaan: Rp5.000.000

  • Diskon dan retur pembelian: Rp3.000.000

  • Persediaan akhir barang (31 Jan 2026): Rp40.000.000

Langkah 1: Hitung Pembelian Bersih

Pembelian Bersih:

= (Pembelian + Biaya Angkut) - Diskon & Retur

= (Rp120.000.000 + Rp5.000.000) - Rp3.000.000

= RP122.000.000

 

Langkah 2: Hitung COGS

COGS:

= Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir

= Rp50.000.000 + Rp122.000.000 - Rp40.000.000

= Rp132.000.000

 

Perbedaan COGS dan Cost of Goods Manufactured (COGM)

Banyak pelaku usaha pemula menyamakan antara COGS dan COGM. Padahal, keduanya berada pada tahap akuntansi yang berbeda dalam rantai operasional bisnis.

COGM fokus mengukur total biaya penyelesaian barang di area produksi (pabrik), sedangkan COGS mengukur nilai barang yang benar-benar berpindah tangan ke konsumen melalui transaksi penjualan.

Parameter Pembeda

Cost of Goods Sold (COGS)

Cost of Goods Manufactured (COGM)

Fokus Utama

Mengukur biaya langsung atas unit barang yang telah terjual.

Mengukur total biaya pembuatan unit barang yang selesai diproduksi.

Pengguna Utama

Bisnis Manufaktur, Ritel, Distributor, dan Jasa.

Khusus Perusahaan Manufaktur/Industri Pengolahan.

Komponen Biaya

Persediaan barang awal, Pembelian/COGM, Persediaan akhir.

Bahan baku langsung, Tenaga kerja langsung, Factory Overhead.

Cakupan Persediaan

Berfokus pada dinamika Finished Goods (Barang Jadi).

Berfokus pada pergerakan Work in Process (Barang Dalam Proses).

Posisi Laporan Keuangan

Masuk langsung ke Laporan Laba Rugi (Income Statement).

Menjadi jadwal pendukung (supporting schedule) untuk COGS.

 

COGS Tinggi, Apa Artinya?

Ketika laporan keuangan menunjukkan angka COGS yang sangat tinggi dibanding persentase pendapatan, hal ini mengindikasikan beberapa situasi penting pada bisnis Anda:

  • Margin Keuntungan Mengecil: COGS yang membengkak langsung menggerus laba kotor. Jika harga jual tidak dinaikkan, perusahaan berisiko kesulitan menutup operasional non-produksi (operational expenditure).

  • Ketidakefisienan Bahan dan Kerja: Tingginya biaya dapat berasal dari banyaknya pemborosan (scrap material), kerusakan produk saat manufaktur, atau penggunaan jam lembur buruh pabrik yang tidak terkontrol.

  • Kenaikan Harga Pemasok: Pemasok bahan baku mungkin telah menaikkan harga jual mereka tanpa Anda sadari, atau biaya logistik pengiriman barang mengalami lonjakan tajam.

  • Strategi Penetapan Harga Perlu Evaluasi: Kondisi ini menandakan bahwa produk Anda mungkin dijual terlalu murah (underpriced) dibandingkan biaya aktual yang dibutuhkan untuk memproduksinya.

 

Pertanyaan Seputar COGS

Berikut adalah beberapa pertanyaan lazim yang sering diajukan mengenai pencatatan biaya persediaan dan operasional bisnis:

Apakah Biaya Operasional Seperti Listrik Kantor Masuk COGS?

Tidak. Biaya utilitas kantor administrasi, sewa gedung pemasaran, serta gaji staf non-produksi masuk ke dalam Biaya Operasional (Operational Expenses / OPEX), bukan COGS. Namun, biaya listrik yang digunakan khusus untuk menjalankan mesin-mesin di area pabrik masuk ke dalam komponen overhead manufaktur yang membentuk COGM dan COGS.

Apakah Bisnis Jasa Memiliki COGS?

Secara umum, bisnis jasa murni yang tidak memperjualbelikan barang fisik tidak mencantumkan COGS pada laporan keuangannya. Sebagai gantinya, beberapa bisnis jasa memakai istilah Cost of Services (COS) yang mencakup gaji langsung tenaga ahli atau lisensi perangkat lunak yang dipakai khusus untuk melayani klien tersebut.

Bagaimana Metode Penilaian Persediaan Memengaruhi Nilai COGS?

Metode pencatatan persediaan seperti FIFO (First-In, First-Out), LIFO (Last-In, First-Out), atau Average (Rata-rata Tertimbang) akan memberikan hasil angka COGS yang berbeda. Pada kondisi inflasi, metode FIFO cenderung menghasilkan COGS yang lebih rendah dan laba kotor lebih tinggi dibanding metode Average.

Dengan memahami cara kerja pencatatan biaya secara menyeluruh, Anda dapat menjaga efisiensi produksi sejak rantai pengolahan awal. Mengintegrasikan kalkulasi Cost of Goods Manufactured (COGM) yang presisi ke dalam laporan persediaan barang jadi akan memastikan bahwa penetapan harga pokok penjualan Anda tetap akurat, kompetitif, dan membawa pertumbuhan positif bagi finansial perusahaan.

 

Withdraw Instant

 

Peringatan Risiko: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Seluruh konten di atas tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, ajakan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi apa pun.  Perdagangan aset finansial (Saham, Forex, Komoditas) melibatkan risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kehilangan modal. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca. DYOR (Do Your Own Research) sangat disarankan

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!