English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pagi Ini, Rupiah Senasib dengan Mayoritas Mata Uang Asia

Bloomberg Technoz · 1 Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (2/9/2026), kala harga minyak kembali naik dampak meningkatnya eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah terbatas 0,04% kala pembukaan perdagangan ke Rp17.733/US$. Tak lama berselang, depresiasi rupiah menjadi lebih dalam ke 0,25% ke Rp17.770/US$ pada 09:05 WIB. 

Bahkan di pasar offshore, rupiah kembali menyentuh Rp17.810/US$ pada 09:04 WIB. 

Harga minyak Brent terdongkrak naik ke US$95/barel menjadi biang keladi yang menyebabkan investor melepas aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Asia, hampir semua mata uang melemah.

Hanya won Korea Selatan yang menguat 0,12%. Sementara, peso Filipina tergerus paling banyak 0,39%, disusul baht Thailand, rupiah, dolar Taiwan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan yuan offshore

 

Rupiah dan mata uang Asia tertekan oleh harga minyak pada Rabu (2/9/2026). (Bloomberg)

Dari dalam negeri, rupiah sejatinya terbebani juga oleh kinerja neraca perdagangan yang hanya mendulang surplus tipis. Nilai ekspor Jul tercatat US$167,03 miliar sedangkan impor Rp163,33 miliar. 

Di sisi lain, angka inflasi juga kembali meninggi ke 3,19% yoy. 

Pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan Bank Indonesia (BI) pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) September. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede, inflasi yang masih berada di 3,19% secara tahunan belum membutuhkan kenaikan suku bunga. Angka ini masih berada dalam rentang target BI sebesar 2,5±1%. 

Namun, ia menambahkan jika harga minyak kembali berada di sekitar atau di atas US$90/barel, dibarengi dengan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury, serta tingginya arus modal keluar di pasar keuangan domestik, maka BI kemungkinan akan mempertimbangkan kenaikan BI Rate 25 basis poin (bps).