English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Trump Desak Perusahaan Kanada Pindah ke AS, Berjanji Tak Kenakan Tarif

KOMPAS · 1 Views

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Kanada telah merugikan AS selama puluhan tahun dan mendesak perusahaan-perusahaan Kanada yang berbisnis dengan AS untuk segera memindahkan operasional mereka ke wilayah AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui dua unggahan berturut-turut di platform Truth Social pada Minggu (30/8/2026) sore.

Dalam unggahan pertama, Trump membela kebijakan tarifnya dengan mengeklaim bahwa tarif telah memperkuat industri otomotif AS dan membantu mempertahankan pabrik-pabrik manufaktur tetap beroperasi.

Trump mengatakan, ketika dirinya mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden AS 2024, Ford disebut tengah bersiap menutup pabrik besarnya di Detroit. Menurut Trump, kondisi pabrik tersebut kini berubah setelah kebijakan yang diterapkannya.

Trump mengeklaim pabrik itu sekarang beroperasi selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan, dan menjadi salah satu pabrik mobil paling menguntungkan di dunia.

"Ada banyak contoh lainnya, baik untuk Ford, General Motors, maupun perusahaan lainnya. Saya telah menghidupkan kembali, dan bahkan menyelamatkan, bisnis otomotif di Amerika. Itu karena apa yang telah saya lakukan dengan TARIF," tulis Trump, seperti dikutip Fox News.

Trump kemudian mengalihkan kritiknya kepada Kanada, salah satu sekutu lama AS. Ia menyebut Kanada sebagai salah satu pihak yang paling buruk dalam hubungan perdagangan dengan AS.

"Salah satu pelaku terburuk adalah Kanada. Saya tidak menginginkan mobil Kanada, saya tidak menginginkan suku cadang Kanada, saya tidak menginginkan apa pun dari Kanada. Mereka telah merugikan kita selama puluhan tahun, dan itu akan dihentikan," tulis Trump.

Trump juga menyinggung kebijakan pemerintahan AS sebelumnya dan membandingkannya dengan kebijakannya terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa persoalan dengan Kanada seharusnya sudah ditangani oleh presiden-presiden AS terdahulu.

"Ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama oleh presiden-presiden lainnya, sama seperti menghentikan Iran yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama," lanjut Trump.

Trump kemudian mengatakan bahwa Kanada ingin diperlakukan seperti sebuah negara bagian AS, tetapi menurutnya Kanada bukan bagian dari AS.

"Mereka ingin diperlakukan seperti sebuah negara bagian, tetapi mereka bukan salah satunya. Saya berurusan dengan para pemimpin banyak negara, tetapi saya menemukan Kanada sebagai yang terburuk. Mereka tidak lagi berhak!" tulisnya.

Beberapa menit kemudian, Trump kembali mengunggah pernyataan yang secara khusus ditujukan kepada perusahaan Kanada yang menjalankan bisnis di AS. Ia meminta perusahaan-perusahaan tersebut memindahkan kegiatan operasional mereka ke AS.

"Biarkan semua perusahaan Kanada yang berbisnis dengan Amerika pindah ke Amerika Serikat, segera. Banyak dari mereka adalah perusahaan yang pindah bertahun-tahun lalu karena kepemimpinan AS yang bodoh. Ketika mereka kembali, tidak ada TARIF!" tulis Trump.

Pernyataan Trump disampaikan ketika hubungan AS dan Kanada sedang mengalami ketegangan. Tarif AS sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Kanada diberlakukan sejak 22 Agustus setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Kanada kemudian membalas dengan mengenakan tarif terhadap produk-produk AS. Tarif balasan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September, menurut Reuters.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT