

Market Analysis
Harga Emas Dunia Lengser dari Level Tertinggi 3 Bulan, Investor Tunggu Pidato The Fed

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia lengser level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada akhir perdagangan Selasa (25/8/2026) waktu setempat atau Rabu (26/8/2026) pagi WIB.
Pergerakan harga emas tertahan di sekitar level resistensi psikologis 4.700 dollar AS per ons, sementara investor menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,1 persen menjadi 4.647,03 dollar AS per ons.
Harga emas spot sempat menyentuh 4.696,18 dollar AS per ons pada sesi perdagangan kemarin, yang merupakan level tertinggi sejak 14 Mei 2026.
Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi 4.694,50 dollar AS per ons.
"Menurut saya, ini hanya penurunan momentum. Jika ada yang bisa dijadikan alasan, kemungkinan karena harga emas bergerak menuju level resistensi kuat di sekitar 4.700 dollar AS," kata Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek.
Harga emas sebelumnya menguat setelah investor mencermati keputusan Departemen Keuangan AS yang menggandakan ukuran operasi pembelian kembali atau buyback untuk surat utang dan obligasi berjangka panjang.
Keputusan itu turut mendorong dollar AS ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu.
Pelemahan dollar AS cenderung mendukung harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Adapun pasar kini menantikan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Juli yang akan dirilis pada pekan ini.
Investor juga akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026).
Data PCE menjadi salah satu indikator yang diperhatikan The Fed dalam mencapai target inflasi sebesar 2 persen.
Sementara itu, data inflasi produsen dan konsumen AS yang lebih rendah pada bulan ini telah mengurangi peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September hanya sebesar 38 persen.
Emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga berada pada level tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.

