English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Utang Nasional AS Tembus Rp 711 Kuadriliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

KOMPAS · 1 Views

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Utang nasional bruto Amerika Serikat (AS) menembus 40 triliun dollar AS atau sekitar Rp 711 kuadriliun untuk pertama kalinya, menurut data pemerintah yang dirilis pada Rabu (19/8/2026).

Total utang pemerintah AS yang masih beredar mencapai 40,05 triliun dollar AS atau sekitar Rp 712 kuadirliun pada penutupan perdagangan Selasa (18/8/2026), melampaui proyeksi sebelumnya.

Menurut France24, kenaikan tersebut terjadi ketika pemerintah AS menghadapi kebutuhan pembiayaan yang semakin besar, sementara biaya pembayaran bunga utang juga meningkat.

Departemen Keuangan AS mencatat, jumlah utang tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan Congressional Budget Office (CBO) sebelumnya. CBO memperkirakan total utang AS baru akan mencapai 39,4 triliun follar AS atau sekitar Rp 700 kuadriliun pada akhir tahun fiskal 2026.

Lonjakan utang terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap inflasi, perang di Timur Tengah, dan besarnya belanja pemerintah AS. Kondisi tersebut turut meningkatkan biaya pinjaman pemerintah.

Pemerintah federal AS menjalankan anggaran dalam kondisi defisit sehingga harus meminjam dana untuk memenuhi berbagai kewajibannya, termasuk membiayai belanja perang dan kebijakan pemotongan pajak.

Jessica Riedl, peneliti anggaran dan pajak di Brookings Institution, mengatakan kondisi defisit AS telah lama berada di jalur yang tidak berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Riedl, AS mengalami defisit sekitar 2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 35 kuadriliun per tahun, bahkan ketika negara tersebut berada dalam kondisi damai dan ekonomi relatif makmur.

Riedl mengatakan defisit sebesar 3-4 persen dari produk domestik bruto (PDB) sebelumnya sudah cukup untuk memicu kekhawatiran pasar keuangan. Namun, saat ini tingkat defisit AS berada di kisaran 6-7 persen dari PDB.

"Kondisi itu membuat pasar semakin gugup," kata Riedl.

Beban utang juga semakin berat karena kenaikan inflasi mendorong suku bunga lebih tinggi. Akibatnya, biaya pembayaran bunga utang pemerintah ikut meningkat.

Pada saat yang sama, pengeluaran yang berkaitan dengan populasi AS yang semakin menua turut memperbesar tekanan terhadap anggaran.

Kekhawatiran mengenai kondisi fiskal AS juga tercermin di pasar obligasi pemerintah.

Imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang naik pada Selasa ke level tertinggi sejak 2007. 

Kenaikan imbal hasil membuat pemerintah AS harus melakukan pembiayaan kembali utang dengan tingkat bunga tertinggi sejak periode sebelum krisis keuangan global 2008.

Namun, Departemen Keuangan AS kemudian mengambil langkah untuk menenangkan pasar obligasi jangka panjang pada Rabu pagi. 

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT