

Market Analysis
Wall Street Berguguran, S&P 500 Turun 3 Hari Beruntun
NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/8/2023) waktu setempat.
Penurunan Wall Street terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Tekanan terhadap pasar saham AS juga datang dari aksi jual saham-saham semikonduktor yang turut membebani pergerakan pasar secara keseluruhan.
Mengutip CNBC, indeks S&P 500 turun 0,69 persen menjadi 7.691,76 dan mencatatkan penurunan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Sementara, indeks Nasdaq Composite melemah 1,33 persen dan ditutup pada level 26.289,71.
Saham Western Digital turun 7 persen sehingga turut menekan indeks Nasdaq.
Saham Sandisk juga merosot 9 persen.
Penurunan juga terjadi pada saham Marvell Technology dan Seagate Technology, yang masing-masing melemah hampir 8 persen dan lebih dari 9 persen.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 116,38 poin atau 0,22 persen dan ditutup pada level 53.343,40.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun mencatatkan level tertinggi baru dalam 19 tahun pada perdagangan Selasa.
Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam tiga dekade.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 30 tahun mencapai posisi tertinggi sejak 2011.
Imbal hasil obligasi pemerintah Perancis bertenor 30 tahun juga mencapai angka tertinggi sejak 2008.
Kenaikan imbal hasil obligasi belakangan ini terjadi karena investor mengkhawatirkan harga minyak dapat bertahan pada level yang lebih tinggi.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan.

