

Market Analysis
Prediksi Harga Emas Pekan Ini Usai Melesat 7% Lebih Minggu Lalu

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melesat pada perdagangan pekan lalu. Bagaimana perkiraan harga sang logam mulia untuk minggu ini?
Pada Jumat (7/8/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.342,1/troy ons. Melonjak 2,44% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 5 Juni atau sekira dua bulan terakhir.
Harga emas pun mencatat kenaikan yang impresif sepanjang perdagangan pekan lalu. Dalam seminggu, harga naik 7,4% secara point-to-point. Ini menjadi kenaikan mingguan tertinggi dalam lebih dari enam bulan terakhir.
Pasar tenaga kerja yang ‘mendingin’ bisa saja akan membuat bank sentral Federal Reserve tidak perlu terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga acuan. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang diuntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana ‘ramalan’ harga emas untuk minggu ini? Apakah bisa naik makin tinggi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50. Namun RSI emas hanya berada di ambang batas 50, sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 10. Jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan pekan ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 4.245/troy ons.
Dari situ, harga emas berisiko menguji support US$ 4.159-4.156/troy ons. Support lanjutan ada di US$ 4.118-4.027/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 3.765/troy ons.
Namun andai harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.376/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Dari sini, harga emas berpeluang menguji US$ 4.471-4.534/troy ons.
Target paling optimistis ada di US$ 4.873/troy ons.

