English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Beragam, Dow Jones Kembali Cetak Rekor Tertinggi

Kompas · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8/2026) waktu setempat.

Indeks Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa setelah ditopang lonjakan saham Nvidia dan kinerja emiten yang solid.

Mengutip CNBC, Kamis (6/8/2026), indeks Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan naik 263,24 poin atau 0,49 persen ke level tertinggi sepanjang masa pada 54.349,12.

Penguatan ini sekaligus memperpanjang reli positif Dow Jones menjadi lima hari berturut-turut.

Di sisi lain, indeks S&P 500 terkoreksi 0,17 persen ke posisi 7.723,55, setelah sebelumnya sempat mencetak rekor intraday baru.

Pelemahan saham-saham sektor teknologi menjadi faktor utama yang menekan indeks tersebut.

Sementara, Nasdaq Composite turun 0,83 persen dan ditutup di level 26.363,44.

Pergerakan pada Rabu juga mengakhiri reli empat hari berturut-turut yang sebelumnya dibukukan S&P 500.

Salah satu pendorong utama kenaikan Dow Jones adalah saham Nvidia yang melonjak lebih dari 3 persen.

Penguatan ini terjadi setelah Chief Executive Officer (CEO) SpaceX Elon Musk menyatakan perusahaannya hanya akan menggunakan prosesor Nvidia dalam membangun infrastruktur komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada masa mendatang.

Dalam paparan kinerja keuangan SpaceX, Elon menyebut Nvidia memiliki “komputer AI terbaik” dan menegaskan, “Kami secara eksklusif menggunakan Nvidia.”

Meski demikian, saham SpaceX justru anjlok lebih dari 13 persen setelah perusahaan antariksa tersebut merilis laporan keuangan kuartalan pertamanya sejak melantai di bursa pada Juni 2026.

Dalam laporan itu, SpaceX mengungkapkan belanja modal (capital expenditure/capex) melonjak enam kali lipat menjadi 18,4 miliar dollar AS pada kuartal II-2026.

Nilai ini melampaui ekspektasi analis, dengan sebagian besar dana dialokasikan untuk pengembangan teknologi AI.

Sementara, produsen chip Advanced Micro Devices (AMD) dan anggota kelompok “Magnificent Seven”, Alphabet, mengalami tekanan.