

Market Analysis
Harga Emas Dunia Naik usai Minyak Anjlok Lebih dari 5 Persen, Ini Penyebabnya

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia menguat sekitar 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (4/8/2026) waktu setempat atau Rabu (5/8/2026) pagi WIB.
Kenaikan ini didorong pelemahan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan serangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi 4.086,36 dollar AS per ons.
Sementara harga kontrak emas berjangka AS menguat 1,5 persen ke level 4.152,60 dollar AS per ons.
Harga minyak sebelumnya anjlok lebih dari 5 persen ke level terendah dalam tiga pekan setelah pernyataan pejabat Qatar dan AS memunculkan harapan penyelesaian diplomatik perang Iran.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperlancar kembali pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
"Harga minyak yang lebih rendah kemungkinan menjadi salah satu faktor yang mendukung harga emas. Penurunan ini juga, dalam banyak hal, memengaruhi prospek suku bunga karena suku bunga jangka pendek ikut turun sedikit," ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.
Harga energi yang tinggi sebelumnya memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan inflasi.
Kondisi tersebut umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan masih optimistis tekanan inflasi akan terus mereda secara bertahap.
Namun, ia menegaskan bahwa bank sentral tidak akan ragu kembali menaikkan suku bunga jika inflasi tidak menunjukkan perbaikan.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 57 persen untuk The Fed kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September, setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan terakhir.
Fokus investor kini tertuju pada serangkaian data ketenagakerjaan AS, termasuk laporan tenaga kerja ADP yang akan dirilis Rabu dan data nonfarm payrolls pada Jumat.
Kedua data tersebut diperkirakan menjadi acuan penting dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed.
Sementara itu, di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2,8 persen menjadi 59,82 dollar AS per ons.
Harga platinum melonjak 7,1 persen menjadi 1.742,63 dollar AS per ons, sedangkan palladium juga menguat 7,1 persen ke level 1.354,27 dollar AS per ons.

