English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

FOMC Diperkirakan Tahan Suku Bunga Meski Harga Minyak Naik

Geraldo Kofit · 1 Views

Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC pekan ini meskipun lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Analis Citi menilai The Fed masih akan mengambil pendekatan yang cenderung dovish, karena ingin melihat apakah kenaikan harga energi hanya bersifat sementara dan tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas. Fokus pasar kini tertuju pada pernyataan Ketua The Fed serta proyeksi kebijakan ke depan untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga pada pertemuan berikutnya. (Investing)

 

Calendar:

Calendar September,  27.png

 

WTI / OIL

image.png

Trend Utama : Bearish Market, Time Frame : H4 (4 Jam)

Analisa Teknikal

Pada time frame H4, WTI Oil menunjukkan perubahan tren yang cukup signifikan setelah harga berhasil menembus Moving Average (MA) 21 ke bawah, yang mengonfirmasi dimulainya tren bearish baru. Selain itu, pergerakan harga juga masih membentuk pola ABC Correction, yang mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi. Selama harga tetap berada di bawah MA 21, potensi pelemahan masih terbuka dengan target menuju area support 84.52–81.02. Di sisi lain, terbentuknya gap down membuka peluang bagi harga untuk melakukan pullback terlebih dahulu.

Oleh karena itu, trader yang ingin mencari peluang sell sebaiknya menunggu harga kembali menguji resistance H4 di level 87.73 dan memastikan terbentuknya swing highsebagai konfirmasi sebelum melanjutkan posisi jual. Sementara itu, indikator Stochastic memang telah berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat, sehingga tekanan bearish masih berpotensi berlanjut.

 

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, harga WTI Oil masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan global, di tengah ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pasokan minyak dari sejumlah produsen. Selain itu, pelaku pasar juga terus memantau kebijakan produksi OPEC+, perkembangan persediaan minyak mentah Amerika Serikat, serta kondisi geopolitik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi keseimbangan pasokan global.

Apabila data persediaan minyak AS kembali meningkat atau muncul indikasi melemahnya permintaan energi, tekanan terhadap harga WTI berpotensi berlanjut. Sebaliknya, gangguan pasokan atau keputusan OPEC+ untuk memperketat produksi dapat membatasi pelemahan dan memicu rebound harga minyak. (Reuters)

 

USD/JPY

image.png

Trend Utama : Bearish Market, Time Frame : H1 (1 Jam)

Analisa Teknikal

Pada time frame H1, USDJPY masih menunjukkan potensi pelemahan yang cukup dominan. Harga gagal bertahan di atas area resistance 163.706–163.863, yang mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai melemah dan seller kembali menguasai pergerakan pasar. Selain itu, struktur harga saat ini juga mengarah pada terbentuknya pola ABC Correction, sehingga peluang koreksi masih terbuka dengan target menuju support terdekat di level 163.474 hingga 163.171.

Sinyal bearish ini semakin diperkuat oleh indikator Stochastic yang membentuk Bearish Divergence, yaitu kondisi ketika harga mencetak level yang lebih tinggi namun momentum indikator justru melemah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga dan meningkatkan peluang kelanjutan pelemahan harga dalam jangka pendek.

 

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, pergerakan USDJPY masih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BoJ). Investor saat ini menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya inflasi, pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed.

Di sisi lain, setiap sinyal dari BoJ terkait normalisasi kebijakan moneter atau potensi intervensi di pasar valuta asing dapat meningkatkan permintaan terhadap yen Jepang. Selain itu, meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar global juga berpotensi memperkuat yen sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan USDJPY. (Reuters)

welcome reward

 

EUR/USD

image.png

Analisa Teknikal
Trend Besar : Bearish Market, Time Frame : Daily (1 Jam)

Pada time frame Daily, EURUSD masih bergerak dalam tren bearish, namun tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda melemah setelah harga berhasil bertahan di area support 1.13689. Meskipun tren utama masih cenderung turun, indikator Stochastic saat ini membentuk

Bullish Divergence, yang mengindikasikan bahwa momentum bearish mulai berkurang dan membuka peluang terjadinya technical rebound. Apabila sinyal ini terkonfirmasi, EURUSD berpotensi bergerak naik untuk menguji area resistance terdekat di level 1.14753 hingga 1.15277. Meski demikian, selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, tren bearish jangka menengah masih dinilai belum berakhir.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan EURUSD masih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter European Central Bank (ECB) dan Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi, aktivitas ekonomi, serta pasar tenaga kerja dari kawasan Euro dan Amerika Serikat sebagai acuan prospek suku bunga kedua bank sentral.

Jika data ekonomi AS mulai melemah atau ekspektasi penurunan suku bunga The Fed meningkat, dolar AS berpotensi tertekan sehingga memberikan ruang bagi EURUSD untuk menguat. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS kembali lebih solid atau ECB memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish, tekanan terhadap EURUSD masih dapat berlanjut meskipun saat ini terdapat peluang rebound secara teknikal. (Reuters)

 

DOW / Dow Jones

image.png

Trend Besar : Bullish Market, Time Frame : Daily

Analisa Teknikal

Pada time frame Daily, Dow Jones mulai menunjukkan potensi pembalikan arah setelah harga berhasil bertahan di zona support kuat 51.882–51.412. Area tersebut menjadi titik pantul yang membentuk pola Falling Wedge, yaitu pola yang umumnya mengindikasikan potensi bullish reversal.

Selain itu, indikator Stochastic juga membentuk Bullish Divergence, yang menunjukkan bahwa momentum jual mulai melemah meskipun harga masih berada di area rendah. Kombinasi kedua sinyal tersebut membuka peluang bagi Dow Jones untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 52.909 hingga 53.405. Namun, konfirmasi tren bullish yang lebih kuat baru akan diperoleh apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan Dow Jones berpotensi mendapat dukungan apabila ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve kembali meningkat. Investor juga akan mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi, serta laporan keuangan (earnings) perusahaan-perusahaan besar yang menjadi komponen indeks.

Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan yang terkendali dan meningkatkan peluang penurunan suku bunga, sentimen terhadap pasar saham berpotensi membaik. Namun, apabila data ekonomi kembali lebih kuat dari perkiraan atau imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) kembali naik, penguatan Dow Jones berpotensi terbatas karena investor cenderung bersikap lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. (Reuters)

 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.