English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Ditutup Melemah, Lonjakan Harga Minyak Tekan Bursa AS

Kompas · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026) waktu setempat.

Pelemahan dipicu lonjakan harga minyak dunia di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Sementara investor juga mencermati laporan kinerja keuangan kuartalan dua perusahaan terbesar dunia, yakni Alphabet dan Tesla.

Khusus Alphabet, prospek kenaikan belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memicu kekhawatiran baru di pasar.

Mengutip CNBC, Jumat (24/7/2026), indeks Dow Jones Industrial Average turun 506,93 poin atau 0,97 persen ke level 51.711,65.

Sementara, indeks S&P 500 melemah 1,21 persen ke posisi 7.408,30, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 2,15 persen menjadi 25.137,69.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi terbebani oleh anjloknya saham Alphabet sebesar 7 persen dan Tesla sebesar 14 persen, setelah keduanya merilis laporan keuangan.

Tekanan terhadap pasar saham juga datang dari lonjakan harga minyak dunia.

Harga minyak melonjak setelah kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung Iran mengeklaim telah menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah.

Peristiwa tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan semakin meluas.

Harga minyak juga terdorong naik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membombardir infrastruktur Iran

“Dari titik ini dan seterusnya, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik dengan rudal, roket, drone, maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat ataupun di Ibu Kota Teheran,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

Belakangan pada Kamis, media Axios melaporkan bahwa Trump mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

Trump menyebut serangan tersebut akan lebih besar daripada sebelumnya.

“Saya sudah hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap untuk melakukannya," tutur dia.