English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Diancam Houthi, 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Putar Balik di Laut Merah

KOMPAS · 1 Views

SANAA, KOMPAS.com - Dua kapal tanker pengangkut minyak mentah Arab Saudi putar balik di perairan Laut Merah, Rabu (22/7/2026), setelah menerima ancaman dari kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran. 

Kejadian ini menandai babak baru dari konflik Timur Tengah yang kian meluas dan mulai mengganggu jalur pelayaran di dua titik paling vital bagi pasokan energi dunia.

Kedua tanker tersebut semula memuat minyak mentah dari Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah, dengan tujuan akhir China dan India. 

Namun, bukannya meneruskan pelayaran melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Samudra Hindia, kedua kapal itu berbalik arah dan mengarah ke Terusan Suez.

Menurut perusahaan manajemen risiko maritim asal Inggris, Vanguard, perubahan rute tersebut menjadi bukti nyata pertama bahwa embargo yang diumumkan Houthi benar-benar berdampak pada jalur pelayaran komersial.

Hal tersebut juga berpotensi memperbesar gangguan terhadap ekspor minyak Arab Saudi serta pola pelayaran di kawasan tersebut.

Houthi sendiri menguasai wilayah utara dan barat Yaman, termasuk pesisir yang berhadapan langsung dengan mulut Laut Merah.

Blokade laut terhadap Arab Saudi sendiri diumumkan Houthi pada Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir Reuters.

Blokade tersebut membuka kemungkinan front baru dalam perang Iran, saat Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai melancarkan serangan pada 28 Februari. 

Dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada perusahaan-perusahaan pelayaran, Houthi mengancam akan menyerang kapal mana pun yang memuat atau membongkar minyak asal Saudi.

Presiden AS Donald Trump menyebut Houthi belum benar-benar menutup Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit yang dikenal dengan sebutan "Gerbang Air Mata" menuju Laut Merah. 

Trump memperingatkan pihaknya akan bertindak jika kelompok itu benar-benar menutup selat tersebut.

"Sejauh ini belum terjadi. Kalau sampai itu terjadi, kami akan mengatasinya," kata Trump.

Trump juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini setidaknya 18 prajurit AS tewas selama perang Iran, termasuk empat orang yang tewas akibat serangan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Irak dalam beberapa hari terakhir. 

Perang ini pun semakin tidak populer di kalangan warga Amerika dan masyarakat di negara lain yang terdampak lonjakan harga energi global.

Selama ini, Laut Merah menjadi jalur alternatif utama bagi jutaan barel minyak Arab Saudi per hari, menyusul tertutupnya Selat Hormuz akibat perang. 

Dengan munculnya ancaman blokade baru dari Houthi, jalur alternatif tersebut kini turut menghadapi risiko gangguan.

Dampak eskalasi ini langsung terasa di pasar energi global. 

Harga minyak naik lebih dari 2 persen pada Selasa, dengan minyak mentah Brent bertahan di atas 91 dollar AS per barel, sementara harga bensin di AS kembali menembus level 4 dollar AS per galon.