English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

AS Serang Iran Usai Dua Tentara Tewas Picu Volatilitas Pasar Global

Geraldo Kofit · 1 Views

AS Serang Iran Usai Dua Tentara Tewas Picu Volatilitas Pasar Global

Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan yang menewaskan dua personel militer AS. Langkah ini diambil setelah Washington menilai Iran bertanggung jawab atas serangan yang memicu korban di pihak Amerika.

Pemerintah AS menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran sekaligus memberikan sinyal bahwa setiap serangan terhadap personel Amerika akan mendapat respons tegas. Sementara itu, Iran mengecam aksi militer tersebut dan memperingatkan bahwa serangan balasan dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Eskalasi konflik ini meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas geopolitik Timur Tengah. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi energi dunia, sehingga ketegangan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak serta meningkatkan volatilitas di pasar keuangan.

Para pengamat menilai perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons kedua negara. Jika aksi saling balas terus berlanjut, risiko meluasnya konflik regional diperkirakan akan semakin besar dan berdampak pada perekonomian global serta keamanan internasional. (Sumber: investing)

Calendar:

Calendar 20 July

 

WTI / OIL

wti

Trend Besar: Bullish Market / Time Frame: H4 (4 Jam)

Analisa Teknikal

Saat ini, WTI mendapatkan sentimen bullish yang cukup kuat pada pembukaan perdagangan Senin. Harga berhasil melakukan breakout dari zona akumulasi yang telah terbentuk sebelumnya, sehingga membuka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 86.82.

Indikator Stochastic juga masih bertahan di area overbought dan belum menunjukkan sinyal pelemahan menuju area oversold, yang mengindikasikan momentum beli masih cukup dominan. Namun, trader tetap perlu mewaspadai adanya gap yang masih terbuka pada area 82.50-83.92. Kondisi ini membuat harga berpotensi mengalami koreksi terlebih dahulu untuk menutup gap sebelum melanjutkan kenaikan, atau bahkan langsung melanjutkan tren bullish tanpa menutup gap.

Oleh karena itu, bagi trader yang ingin mencari peluang buy, disarankan untuk menunggu konfirmasi yang lebih jelas agar memperoleh entry dengan probabilitas yang lebih baik. Konfirmasi tersebut dapat berupa penutupan gap atau munculnya rejection pada Moving Average 21 (MA21) yang berperan sebagai dynamic support.

 

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, harga WTI masih didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen ini menguat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua tentara AS, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan yang menjadi salah satu pusat produksi dan jalur distribusi energi dunia. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak karena pelaku pasar mulai memperhitungkan risiko terganggunya pasokan global.

Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan lanjutan konflik di Timur Tengah serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi prospek permintaan energi global. Selama ketegangan geopolitik masih berlanjut dan tidak ada tanda-tanda deeskalasi, sentimen fundamental berpotensi tetap mendukung pergerakan bullish pada WTI.

 

USD / JPY

usdjpy

Trend Besar: Bullish Market / Time Frame: H4

Analisa Teknikal

Saat ini, USD/JPY berpotensi mengalami penurunan harga setelah membentuk pola Rising Wedge, yang merupakan salah satu pola pembalikan arah dengan kecenderungan bearish. Sinyal ini diperkuat oleh terbentuknya candlestick Bearish Engulfing di area swing high, sekaligus menunjukkan bahwa harga gagal menembus resistance pertama di level 162.522.

Dari sisi indikator, Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold dan membentuk bearish divergence, yang mengindikasikan mulai melemahnya momentum beli serta meningkatnya tekanan jual. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance tersebut, USD/JPY berpeluang melanjutkan penurunan secara bertahap menuju area support 162.089, dengan target lanjutan di 161.905.

 

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, USD/JPY berpotensi mengalami tekanan seiring meningkatnya permintaan terhadap mata uang safe haven, termasuk Yen Jepang, di tengah memanasnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua tentara AS. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi aset berisiko dan beralih ke mata uang yang dianggap lebih aman, sehingga berpotensi memberikan tekanan pada pasangan USD/JPY.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat Federal Reserve dan Bank of Japan (BoJ). Apabila data ekonomi AS melemah atau pasar semakin meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, sementara Yen tetap didukung oleh sentimen safe haven, maka tekanan turun pada USD/JPY berpotensi berlanjut.

welcome reward

USD / CAD

usdcad

Trend Besar: Bearish Market / Time Frame: Daily

Analisa Teknikal

Saat ini, USD/CAD masih berpotensi melanjutkan tekanan bearish setelah harga gagal menembus area resistance kuat di 1.40571-1.41580. Penolakan pada area tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi, sehingga harga kembali bergerak turun dan menekan support minor dengan peluang melanjutkan pelemahan menuju support kuat di level 1.38980.

Dari sisi indikator, Stochastic masih bergerak turun dan belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah atau momentum beli yang cukup kuat. Selain itu, pergerakan harga juga masih sejalan dengan pola ABC Correction, yang mengindikasikan tren koreksi belum berakhir. Selama harga masih berada di bawah area resistance tersebut, peluang penurunan menuju level support berikutnya masih tetap terbuka.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, USD/CAD berpotensi melanjutkan pelemahan dengan fokus pasar tertuju pada rilis data inflasi Kanada (CPI). Apabila data CPI m/m, Median CPI y/y, dan Trimmed CPI y/y dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, maka hal tersebut dapat memperkuat nilai tukar Dolar Kanada (CAD) karena meningkatkan peluang Bank of Canada (BoC) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Sentimen tersebut berpotensi memberikan tekanan lanjutan pada pasangan USD/CAD.

Di sisi lain, harga minyak yang masih berada dalam tren menguat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi faktor pendukung bagi Dolar Kanada, mengingat Kanada merupakan salah satu negara pengekspor minyak terbesar. Selama sentimen tersebut masih bertahan dan data inflasi Kanada menunjukkan hasil yang positif, tekanan bearish pada USD/CAD berpotensi berlanjut.

Sumber: Investing.com PT Dupoin Futures Indonesia. www.dupoin.co.id +62 21 29183183 Centennial Tower, Level 27, Unit A, Jl. Gatot Subroto Kav. 24 & 25, Jakarta Selatan 12930 11

 

DOW / Dow Jones

dow

Trend Besar: Bullish Market / Time Frame: Daily

Analisa Teknikal

Saat ini, Dow Jones berpotensi bergerak melemah secara bertahap setelah gagal menembus area resistance di level 53.103, yang menjadi indikasi mulai melemahnya momentum bullish. Penolakan pada area tersebut memperkuat potensi reversal trend dari bullish ke bearish, sehingga peluang koreksi masih cukup terbuka dalam jangka pendek.

Selain itu, pergerakan harga juga membentuk pola ABC Correction, yang mengindikasikan fase koreksi masih berlangsung. Sinyal ini didukung oleh indikator Stochastic yang bergerak turun menuju area oversold, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mendominasi. Selama harga masih berada di bawah area resistance tersebut, Dow Jones berpotensi melanjutkan pelemahan secara bertahap menuju area support 51.407.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, Dow Jones berpotensi mengalami tekanan seiring meningkatnya sikap hati-hati investor akibat memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen ini muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua tentara AS, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik. Kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku pasar mengalihkan dana dari aset berisiko, seperti saham, ke aset safe haven, sehingga berpotensi memberikan tekanan pada indeks saham AS, termasuk Dow Jones.

Selain sentimen geopolitik, investor juga akan mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat Federal Reserve. Apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan atau muncul kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS, maka tekanan jual pada Dow Jones berpotensi semakin meningkat dan sejalan dengan potensi koreksi yang terlihat pada analisa teknikal.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.