English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Ambruk ke Bawah US$4.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz · 1 Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Harga jatuh usai naik dua hari beruntun, dan kini kembali ke bawah level US$ 4.000/troy ons.

Pada Kamis (16/7/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.985,1/troy ons. Anjlok 1,85% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak November tahun lalu atau delapan bulan terakhir.

Harga emas pun turun usai berhasil naik dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga terangkat 1,5%.

Konflik di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi sebab koreksi harga sang logam mulia. Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali bersitegang, seolah gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya tidak ada artinya.

Bloomberg News mengabarkan, AS menyerang pelabuhan di Iran sampai mengenai sebuah kapal tanker minyak. Presiden AS Donald Trump sudah menyebut bakal mengintensifkan serangan sampai Iran berhenti mengganggu kapal yang melewati Selat Hormuz dan setuju membuka jalur pelayaran tersebut.

Namun Teheran tidak tinggal diam. Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Yordania.

“Selama AS tidak menerima sistem hukum Iran, maka Selat Hormuz akan tetap ditutup,” tegas Juru Bicara Angkatan Darat Iran, sebagaimana Bloomberg News mengutip dari kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency.

Tensi yang meninggi di Timur Tengah membuat harga minyak terangkat. Harga minyak jenis brent kini betah bertahan di atas US$ 80/barel.

Apabila harga energi terus tinggi, maka dunia akan dihantui ancaman inflasi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara harus mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Emas mengalami tekanan jual seiring harga minyak yang di atas US$ 80/barel. Simulasi kami menunjukkan bahwa harga emas sedang dalam posisi bearish, menuju kisaran US$ 3.790,” kata Ryan McKay, Senior Commodity Strategist TD Securities, dinukil dari Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Jumat (17/7/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah makin terhimpit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame). emas terjebak makin dalam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 38. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 32. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya bisa naik. Target resisten terdekat menuju Moving Average (MA) 5 yaitu US$ 4.045/troy ons.

Pivot point ada di US$ 4.053/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas berpotensi menguji rentang US$ 4.068-4.094/troy ons.

Target paling optimistis adalah US$ 4.157/troy ons.

Namun andai harga emas kembali ambrol, maka US$ 3.966-3.862/troy ons sepertinya akan menjadi support terdekat. Target paling pesimistis ada di US$ 3.784/troy ons.