English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Sikap Hati-Hati The Fed Redam Optimisme Pemangkasan Suku Bunga

Geraldo Kofit · 1 Views

Harga emas bergerak stabil setelah sebelumnya menguat menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang lebih rendah dari perkiraan. Pelemahan inflasi sempat meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga.

Namun, optimisme tersebut mereda setelah pejabat Federal Reserve, Kevin Warsh, menyampaikan bahwa bank sentral AS masih akan berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait kebijakan moneter. Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar kembali menilai bahwa peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat belum sepenuhnya pasti.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik serta kenaikan harga minyak turut memicu kekhawatiran terhadap potensi tekanan inflasi baru. Kondisi ini dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Bagi investor, pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, serta pernyataan lanjutan dari pejabat Federal Reserve. Selama ketidakpastian tersebut masih berlangsung, harga emas berpotensi bergerak terbatas sambil menunggu katalis baru dari pasar global.

 

Calendar:

Calendar July, 9.png

 

WTI / OIL 

image.png

Trend Besar : Bullish Market / Time Frame : H4

Analisa Teknikal

Saat ini, pergerakan WTI/Oil masih berada dalam tren bullish yang cukup kuat. Harga masih mampu bertahan di atas Dynamic Support yang dibentuk oleh Moving Average 21 & 34. Setelah berhasil melakukan breakout dan membentuk retracement, harga kembali bergerak naik sehingga membentuk primary trend. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum bullish masih terjaga dan berpotensi mendorong harga melanjutkan kenaikan menuju Resistance terdekat pertama di level 81.26, kemudian Resistance kedua pada level 83.40.

Dari sisi indikator, Stochastic juga masih menunjukkan penguatan menuju area overbought, yang mengindikasikan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Pergerakan harga dan indikator saat ini masih bergerak searah, sehingga memperkuat peluang tren bullish untuk berlanjut. Selama harga mampu bertahan di atas area Dynamic Support Moving Average 21 & 34, skenario kenaikan masih menjadi acuan utama. Namun, tetap perhatikan potensi koreksi teknikal apabila harga mulai menunjukkan sinyal pelemahan atau membentuk pola pembalikan di area resistance.

image.png

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan WTI/Oil malam ini berpotensi mengalami volatilitas yang lebih tinggi seiring dengan rilis beberapa data ekonomi penting Amerika Serikat, yaitu Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m, Philly Fed Manufacturing Index, dan Unemployment Claims. Meskipun data tersebut secara langsung memengaruhi pergerakan USD, hasil rilisnya juga dapat berdampak terhadap harga minyak karena mencerminkan kondisi aktivitas ekonomi dan prospek permintaan energi di Amerika Serikat sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.

Fokus utama pasar akan tertuju pada Retail Sales m/m yang diperkirakan tumbuh 0,2% setelah sebelumnya 0,9%, serta Core Retail Sales m/m yang diproyeksikan berada di 0,0% setelah sebelumnya 0,8%. Apabila kedua data tersebut dirilis lebih baik dari ekspektasi, hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi AS masih kuat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan optimisme terhadap permintaan minyak, sehingga berpotensi mendorong harga WTI melanjutkan penguatan menuju area Resistance 81.26hingga 83.40.

Sebaliknya, apabila data Retail Sales dan Core Retail Sales dirilis lebih rendah dari ekspektasi, pasar dapat menilai bahwa aktivitas ekonomi mulai melambat. Kondisi tersebut berpotensi menekan prospek permintaan energi sehingga dapat memicu aksi profit taking pada harga minyak, meskipun pelemahan USD dapat sedikit membatasi tekanan penurunan tersebut.

Selain itu, Philly Fed Manufacturing Index yang diperkirakan meningkat menjadi 12,7 dari sebelumnya 10,3juga menjadi indikator penting bagi sektor industri. Hasil yang lebih baik dari perkiraan menunjukkan aktivitas manufaktur yang semakin kuat, sehingga dapat meningkatkan ekspektasi konsumsi energi dan memberikan sentimen positif bagi harga minyak. Sementara itu, Unemployment Claims diperkirakan berada di 216K.

Apabila jumlah klaim pengangguran lebih rendah dari ekspektasi, hal tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih solid dan dapat mendukung prospek pertumbuhan ekonomi serta permintaan minyak.

 

USD/JPY

image.png

Trend Besar : Bullish Market / Time Frame : Daily

Analisa Teknikal

Saat ini, USD/JPY pada time frame Daily masih tertahan di area resistance 162.420 hingga 162.824. Area tersebut menjadi tekanan yang cukup kuat sehingga membatasi pergerakan bullish dan membuat harga belum mampu melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi. Kondisi ini juga mulai membentuk struktur lower high baru, yang menjadi indikasi awal adanya potensi perubahan tren atau reversal ke arah bearish.

Apabila harga berhasil membentuk swing high yang valid dan tetap gagal melakukan closing di atas area resistance tersebut, maka USD/JPY berpotensi membentuk pola ABC Correction. Tekanan seller dapat mendorong harga turun menuju Support terdekat di level 161.264, kemudian berpotensi melanjutkan pelemahan menuju Support berikutnya di level 160.492.

Dari sisi indikator, Stochastic telah berada di area overbought atau jenuh beli, yang menunjukkan bahwa momentum buyer mulai melemah dan membuka peluang terjadinya koreksi harga. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance 162.420–162.824, skenario bearish masih lebih dominan. Namun, apabila harga mampu menembus dan melakukan closing di atas area resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan tren bullish akan kembali terbuka.

image.png

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan USD/JPY malam ini berpotensi mengalami volatilitas yang cukup tinggi seiring dengan rilis beberapa data ekonomi penting Amerika Serikat, yaitu Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m, Philly Fed Manufacturing Index, dan Unemployment Claims. Keempat data tersebut akan menjadi indikator utama yang memengaruhi kekuatan USD, sehingga berpotensi menentukan arah pergerakan USD/JPY dalam jangka pendek.

Fokus utama pasar akan tertuju pada Retail Sales m/m yang diperkirakan tumbuh 0,2% setelah sebelumnya 0,9%, serta Core Retail Sales m/m yang diproyeksikan berada di 0,0% setelah sebelumnya 0,8%. Apabila kedua data tersebut dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, hal ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat Amerika Serikat masih kuat. Kondisi tersebut dapat memperkuat USD karena meningkatkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat. Skenario ini berpotensi mendorong USD/JPY kembali menguji area Resistance 162.420–162.824.

Sebaliknya, apabila data Retail Sales dan Core Retail Sales dirilis lebih rendah dari ekspektasi, tekanan terhadap USD berpotensi meningkat karena pasar dapat menilai bahwa aktivitas ekonomi mulai melambat. Kondisi tersebut dapat memicu pelemahan USD dan membuka peluang bagi USD/JPY untuk melanjutkan koreksi turun menuju Support 161.264, bahkan berpotensi menguji Support berikutnya di level 160.492.
Selain itu, Philly Fed Manufacturing Index diperkirakan meningkat menjadi 12,7 dari sebelumnya 10,3. Hasil yang lebih baik dari perkiraan akan menjadi sinyal positif bagi sektor manufaktur AS dan dapat memberikan dukungan tambahan terhadap penguatan USD. Sementara itu, Unemployment Claims diperkirakan berada di 216K. Apabila jumlah klaim pengangguran lebih rendah dari ekspektasi, kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih solid dan berpotensi memperkuat USD. Sebaliknya, jika angka klaim pengangguran meningkat di atas perkiraan, USD berpotensi melemah karena mencerminkan adanya perlambatan pada pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, pergerakan Yen Jepang (JPY) juga masih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan aset safe haven. Apabila sentimen risiko global memburuk, JPY berpotensi menguat sehingga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap USD/JPY meskipun data ekonomi AS relatif positif.

 

AUDUSD

image.png

Trend Besar : Bullish Market / Time Frame : Daily

Analisa Teknikal

Saat ini, AUDUSD berpotensi membentuk secondary trend terlebih dahulu. Hal ini disebabkan harga masih tertahan oleh Resistance pertama pada level 0.70101 dan mulai membentuk swing high, sehingga membuka peluang bagi harga untuk bergerak melemah menuju Support terdekat di level 0.69608.

Sinyal tersebut juga dikonfirmasi oleh indikator Stochastic, yang mulai menunjukkan pelemahan setelah menyentuh area overbought. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum buyer mulai berkurang dan harga berpotensi bergerak turun menuju area oversold. Selama harga masih gagal menembus dan bertahan di atas level 0.70101, peluang koreksi menuju 0.69608 masih menjadi skenario yang lebih dominan.

Selain itu, pada time frame H4, harga saat ini juga membentuk pola Ascending Broadening Wedge. Pola ini umumnya mencerminkan meningkatnya volatilitas, namun dalam kondisi saat ini masih memberikan indikasi pelemahan karena terbentuk setelah tren sebelumnya masih didominasi oleh tekanan bearish. Selama harga belum mampu melakukan breakout dan closing di atas area resistance pola tersebut, peluang terjadinya koreksi atau kelanjutan tren turun masih lebih besar. Oleh karena itu, konfirmasi pergerakan harga pada area support dan resistance tetap perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan transaksi.

image.png

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan AUDUSD malam ini berpotensi mengalami volatilitas yang cukup tinggi karena pasar akan menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, yaitu Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m, Philly Fed Manufacturing Index, dan Unemployment Claims. Data-data tersebut akan menjadi katalis utama bagi pergerakan USD, sehingga secara langsung memengaruhi arah AUD/USD.

Fokus utama pasar tertuju pada Retail Sales m/m yang diperkirakan tumbuh 0,2% setelah sebelumnya 0,9%, serta Core Retail Sales m/m yang diproyeksikan berada di 0,0% setelah sebelumnya 0,8%. Apabila kedua data tersebut dirilis lebih rendah dari ekspektasi, hal ini dapat mengindikasikan perlambatan aktivitas konsumsi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi menekan penguatan USD dan memberikan peluang bagi AUD/USD untuk melakukan rebound serta menguji kembali area Resistance 0.70101.

Sebaliknya, apabila data Retail Sales dan Core Retail Sales dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat AS masih kuat dan aktivitas ekonomi tetap solid. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat USD karena meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Akibatnya, AUD/USD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju Support 0.69608, sejalan dengan gambaran teknikal yang masih menunjukkan tekanan bearish.

Selain itu, Philly Fed Manufacturing Index diperkirakan meningkat menjadi 12,7 dari sebelumnya 10,3. Apabila hasil rilis lebih baik dari perkiraan, sentimen terhadap USD berpotensi semakin positif karena menunjukkan adanya perbaikan pada sektor manufaktur AS. Sementara itu, Unemployment Claims diperkirakan berada di 216K. Jika jumlah klaim pengangguran lebih rendah dari ekspektasi, kondisi tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja yang masih kuat dan dapat memberikan dukungan tambahan bagi penguatan USD. Sebaliknya, angka klaim yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi melemahkan USD dan menjadi sentimen positif bagi AUD/USD.

Kesimpulannya, fokus utama pasar malam ini berada pada data Retail Sales dan Core Retail Sales Amerika Serikat. Data yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat USD dan mendukung kelanjutan tren bearish AUD/USD menuju 0.69608. Sebaliknya, apabila data dirilis lebih lemah dari perkiraan, USD berpotensi melemah sehingga AUD/USD memiliki peluang untuk melakukan koreksi naik menuju Resistance 0.70101. Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu konfirmasi pergerakan harga setelah rilis data karena volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

 

DOW / Dow Jones

 image.png

Analisa Teknikal

Pada time frame Daily, Dow Jones pagi ini menunjukkan bahwa tekanan penurunan mulai tertahan oleh Moving Average 21 & 34 yang berperan sebagai dynamic support. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju Resistance terdekat di level 53.659, kemudian berpeluang melanjutkan kenaikan ke Resistance kedua pada level 54.570.

Dari sisi indikator, Stochastic juga mulai menunjukkan potensi terbentuknya bullish divergence, yang mengindikasikan bahwa momentum bearish mulai melemah dan membuka peluang terjadinya pembalikan arah ke sisi bullish. Selain itu, Stochastic juga mulai bergerak naik menuju area overbought, sehingga mengonfirmasi adanya peningkatan momentum beli.

Selama harga tetap bertahan di atas dynamic support Moving Average 21 & 34, skenario bullish masih menjadi acuan utama. Namun, tetap perhatikan reaksi harga di area 53.659 dan 54.570, karena kedua level tersebut berpotensi menjadi area resistance yang dapat memicu koreksi apabila tekanan beli mulai melemah.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan Dow Jones malam ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat, yaitu Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m, Philly Fed Manufacturing Index, dan Unemployment Claims. Keempat indikator tersebut menjadi acuan utama bagi investor untuk menilai kekuatan ekonomi AS serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, sehingga berpotensi memicu volatilitas yang tinggi pada indeks saham.

Fokus utama pasar tertuju pada Retail Sales m/m yang diperkirakan tumbuh 0,2% setelah sebelumnya 0,9%, serta Core Retail Sales m/m yang diproyeksikan berada di 0,0% setelah sebelumnya 0,8%. Apabila kedua data tersebut dirilis lebih baik dari ekspektasi, hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Amerika Serikat masih kuat dan aktivitas ekonomi tetap solid. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi Dow Jones untuk melanjutkan penguatan menuju area Resistance 53.659 hingga 54.570.

Namun, apabila data Retail Sales dan Core Retail Sales dirilis jauh di atas ekspektasi, pasar juga dapat kembali memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Ekspektasi tersebut berpotensi membatasi kenaikan indeks saham karena tingginya biaya pendanaan bagi perusahaan. Oleh karena itu, reaksi pasar terhadap data perlu diperhatikan secara menyeluruh

Selain itu, Philly Fed Manufacturing Index diperkirakan meningkat menjadi 12,7 dari sebelumnya 10,3. Apabila hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, hal ini menunjukkan aktivitas sektor manufaktur yang semakin kuat dan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Sementara itu, Unemployment Claimsdiperkirakan berada di 216K. Jika angka klaim pengangguran lebih rendah dari ekspektasi, kondisi tersebut mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih solid dan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi AS.

Kesimpulannya, sentimen utama Dow Jones malam ini akan dipengaruhi oleh hasil Retail Sales, Core Retail Sales, Philly Fed Manufacturing Index, dan Unemployment Claims. Data yang menunjukkan ekonomi AS tetap kuat berpotensi mendukung penguatan indeks menuju 53.659 hingga 54.570. Namun, apabila hasil data meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, kenaikan Dow Jones dapat menjadi lebih terbatas atau memicu volatilitas jangka pendek. Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu konfirmasi pergerakan harga setelah rilis data sebelum mengambil keputusan transaksi.

 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.