English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Timur Tengah Memanas, Houthi Bidik Jalur Dagang Dunia

KOMPAS · 1 Views

KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengancam memperluas serangan ke jalur pelayaran strategis di Laut Merah.

Sementara itu, Arab Saudi meningkatkan ekspor minyak melalui Pelabuhan Yanbu di barat Madinah sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz.

Di saat yang sama, Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, memicu ancaman balasan dari Teheran dan memperbesar risiko gangguan terhadap pasokan energi global.

Pada Rabu (15/7/2026), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika tekanan terhadap Iran terus berlanjut, jalur ekspor energi di kawasan tidak akan aman bagi siapa pun.

“Ekspor energi di kawasan harus bisa dinikmati semua pihak di dunia, atau tidak sama sekali,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip oleh kantor berita IRNA.

Sehari sebelumnya, Selasa (14/7/2026), Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa Washington siap meningkatkan tekanan terhadap Iran apabila perundingan tidak dilanjutkan.

“Saya akan menyimpan target-target energi sebagai yang terakhir, tetapi pada akhirnya kami akan menyerang target-target energi,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Di tengah meningkatnya ancaman terhadap Selat Hormuz, Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak melalui Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Data Signal Ocean menunjukkan pemuatan minyak di Yanbu mencapai sekitar 4,7 juta barel per hari pada Minggu (12/7/2026), mendekati kapasitas maksimal terminal tersebut.

Peningkatan ini menjadikan Yanbu sebagai jalur ekspor utama Saudi ketika pengiriman melalui Teluk Persia terganggu akibat konflik Iran-AS.

Menurut sumber industri pelayaran, Yanbu hampir tidak memiliki ruang tambahan untuk meningkatkan ekspor apabila situasi semakin memburuk.

“Yanbu telah beroperasi mendekati kapasitas maksimum dalam beberapa pekan terakhir. Ada kekhawatiran bahwa Houthi akan membuka front baru, tetapi hampir tidak ada ruang lagi untuk meningkatkan volume pengiriman,” ujar seorang sumber industri pelayaran kepada Reuters.

Reuters juga melaporkan bahwa Arab Saudi tengah mempertimbangkan perluasan kapasitas jaringan pipa menuju pantai Laut Merah agar ekspor minyak dapat dilakukan tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Namun, meningkatnya aktivitas ekspor tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru. Sejumlah pelaku industri menilai Pelabuhan Yanbu berpotensi menjadi sasaran kelompok Houthi apabila konflik terus meluas.