

Market Analysis
Inflasi AS Turun Tajam, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Mulai Melemah

Inflasi konsumen AS turun 0,4% pada Juni, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak April 2020, sementara inflasi tahunan melambat dari 4,2% menjadi 3,5%. Penurunan ini terutama didorong oleh melemahnya harga energi, sedangkan inflasi inti juga melandai menjadi 2,6%. Bagi trader, data inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga, sehingga berpotensi menekan dolar AS dan memberikan sentimen positif bagi emas serta aset berisiko. Namun, kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Iran masih menjadi risiko karena dapat kembali mendorong inflasi naik dalam beberapa bulan mendatang.
Calendar:
Analisa Teknikal
Trend Utama: Bullish Market
Time Frame: H4
Pada time frame H4, WTI Oil saat ini berpotensi melanjutkan pergerakan bullish seiring meningkatnya tekanan geopolitik di kawasan Selat Hormuz, yang dapat memicu kekhawatiran terhadap keterbatasan supply minyak global. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan demand dan menjadi katalis bagi kenaikan harga Oil.
Dari sisi teknikal, harga juga telah berhasil melakukan breakout pada area demand, yang mengindikasikan bahwa buyer masih mendominasi pergerakan pasar. Keberhasilan breakout tersebut membuka peluang bagi WTI Oil untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 82.27, kemudian berpotensi bergerak lebih tinggi menuju resistance kedua di level 87.24.
Selain itu, indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought, menunjukkan bahwa momentum bullish masih cukup kuat dan tekanan buyer masih mendominasi. Dengan demikian, selama harga mampu bertahan di atas area demand yang telah berhasil ditembus, outlook WTI Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan peluang melanjutkan penguatan menuju target resistance yang telah ditentukan.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, WTI Oil masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan akibat meningkatnya kembali risiko geopolitik dan ketidakpastian arus minyak melalui Selat Hormuz. Perkembangan terbaru menunjukkan arus pasokan Teluk memang sempat pulih, tetapi masih berada di bawah kondisi sebelum konflik, sementara eskalasi terbaru kembali meningkatkan risiko terhadap outlook supply global.
Kondisi tersebut dapat kembali meningkatkan risk premium pada harga minyak. Ketika pasar melihat adanya potensi gangguan distribusi atau terbatasnya jalur pengiriman minyak, kekhawatiran terhadap supply dapat mendorong aksi beli meskipun outlook permintaan global masih menjadi perhatian. Pergerakan harga minyak saat ini juga tetap sangat sensitif terhadap perkembangan Hormuz dan hubungan Amerika Serikat–Iran
Sentimen fundamental ini sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan WTI Oil berhasil melakukan breakout pada area demand dan momentum buyer mulai kembali mendominasi. Selama risiko gangguan supply masih meningkat, peluang Oil untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 82.27 dan selanjutnya 87.24 masih tetap terbuka.
Analisa Teknikal
Trend Utama: Bullish Market
Time Frame: Daily
Pada time frame Daily, USD/JPY saat ini masih tertahan pada area resistance 162.420 hingga 162.824. Area tersebut menjadi tekanan kuat yang membatasi pergerakan bullish dan membuat harga belum mampu melanjutkan kenaikan lebih tinggi. Kondisi ini juga mulai membentuk struktur lower high baru, sehingga memberikan indikasi awal adanya potensi perubahan trend atau reversal ke arah bearish.
Apabila harga berhasil membentuk swing high yang valid dan tetap gagal closing di atas area resistance, USD/JPY berpotensi membentuk pola ABC Correction. Tekanan seller dapat membawa harga turun menuju support terdekat di level 161.264, kemudian berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di level 160.492
Selain itu, indikator Stochastic telah berada di area overbought atau jenuh beli, yang menunjukkan momentum buyer mulai terbatas dan membuka peluang terjadinya pelemahan harga.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, USD/JPY berpotensi mendapatkan tekanan turun apabila Yen Jepang kembali memperoleh dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Bank of Japan yang lebih ketat. Potensi normalisasi kebijakan dan sikap yang lebih hawkish dapat meningkatkan daya tarik Yen, sehingga memberikan tekanan terhadap pergerakan USD/JPY.
Selain itu, pasar juga mulai sensitif terhadap tingginya level USD/JPY. Kekhawatiran terhadap pelemahan Yen yang terlalu dalam dapat meningkatkan ekspektasi adanya langkah dari otoritas Jepang untuk menjaga stabilitas mata uang. Kondisi tersebut berpotensi mendorong aksi beli Yen dan meningkatkan tekanan seller pada USD/JPY
Sentimen fundamental ini searah dengan analisa teknikal yang menunjukkan USD/JPY tertahan pada resistance 162.420 hingga 162.824 dan mulai membentuk lower high. Apabila Yen kembali menguat dan Dolar AS kehilangan momentum, potensi pembentukan ABC Correction dapat membawa harga turun menuju support 161.264 hingga 160.492.
Analisa Teknikal
Trend Besar: Bearish Market
Time Frame: Daily
Pada time frame Daily, EUR/USD saat ini berpotensi bergerak naik kembali setelah harga gagal menembus area support kuat di level 1.13785 hingga 1.13233. Kegagalan harga melanjutkan penurunan dari area support tersebut menunjukkan adanya respons buyer dan mulai memberikan momentum awal untuk membentuk reversal trend.
Namun, untuk mengonfirmasi perubahan trend menjadi bullish, harga masih perlu membentuk struktur kenaikan baru dan bergerak menuju area resistance terdekat di level 1.14814. Apabila resistance tersebut berhasil ditembus dan harga mampu closing di atasnya, peluang penguatan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di level 1.15562.
Selain itu, indikator Stochastic telah bergerak keluar dari area oversold dan mulai mengarah naik menuju area overbought. Kondisi ini menunjukkan momentum buyer mulai meningkat dan mendukung potensi penguatan harga. Dengan demikian, outlook EUR/USD pada time frame Daily mulai cenderung bullish, dengan target kenaikan menuju resistance 1.14814 hingga 1.15562 sebagai area konfirmasi pembentukan reversal trend.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, EUR/USD berpotensi kembali menguat apabila Dolar AS mulai kehilangan momentum akibat meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih longgar. Data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan dapat meningkatkan peluang penurunan suku bunga, sehingga berpotensi menekan Dolar AS dan memberikan ruang penguatan bagi Euro.
Di sisi lain, Euro berpotensi mendapatkan dukungan apabila kondisi ekonomi kawasan Eropa menunjukkan perbaikan dan pasar mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran agresif dari European Central Bank. Kondisi tersebut dapat meningkatkan minat beli terhadap Euro dan mendorong EUR/USD membentuk reversal trend secara bertahap.
Sentimen fundamental ini searah dengan analisa teknikal yang menunjukkan EUR/USD gagal menembus support 1.13785 hingga 1.13233 dan mulai mendapatkan momentum buyer. Apabila Dolar AS melemah dan Euro kembali mendapatkan dukungan, EUR/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 1.14814 hingga 1.15562.
Analisa Teknikal
Trend Besar: Bullish Market
Time Frame: Daily
Pada time frame Daily, Dow Jones masih belum mampu menembus area resistance kuat di level 53.105 hingga 53.637. Kegagalan harga melakukan breakout dan closing di atas area tersebut menunjukkan bahwa momentum buyer mulai terbatas dan tekanan seller berpotensi kembali mendominasi pergerakan pasar.
Struktur harga saat ini mulai memberikan potensi terbentuknya reversal trend secara bertahap dari bullish menjadi bearish. Pada pergerakan saat ini, Dow Jones juga berpotensi membentuk pola ABC Correction, yang mengindikasikan fase koreksi turun masih dapat berlanjut menuju area support terdekat di level 52.006hingga 51.413.
Selain itu, indikator Stochastic masih menunjukkan tendensi pelemahan dan bergerak menuju area oversold. Kondisi ini memberikan konfirmasi bahwa momentum seller masih cukup dominan. Dengan demikian, outlook Dow Jones pada time frame Daily mulai cenderung bearish, selama harga belum mampu menembus dan closing di atas resistance 53.105–53.637.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, Dow Jones masih berpotensi mendapatkan tekanan jual seiring pasar tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dapat membatasi minat investor terhadap pasar saham dan meningkatkan aksi profit taking pada indeks Dow Jones.
Selain itu, kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan tingginya yield obligasi AS dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar ekuitas. Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, sehingga tekanan seller pada Dow Jones dapat kembali meningkat.
Sentimen fundamental ini searah dengan analisa teknikal yang menunjukkan Dow Jones gagal menembus resistance 53.105 hingga 53.637 dan berpotensi membentuk ABC Correction. Selama sentimen pasar masih cenderung berhati-hati dan tekanan dari kebijakan moneter AS tetap kuat, peluang Dow Jones untuk melemah menuju support
52.006 hingga 51.413 masih terbuka.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

