English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Diundang Kompas Bisnis, Analis Dupoin Futures Bongkar Arah Harga Emas: Beli atau Jual?

Dupoin · 1 Views

Dupoin Futures dalam memberikan edukasi dan literasi pasar keuangan kepada publik kembali mendapat pengakuan dari media arus utama. Kali ini, Market Analyst Dupoin Futures, Geraldo Kofit, secara khusus diundang sebagai narasumber ahli dalam program Kompas Bisnis (Sapa Indonesia Pagi) di Kompas TV pada Selasa (14/7/2026).

Dalam sesi siaran langsung yang dipandu oleh host Nandha Aprilia tersebut, Geraldo membedah secara mendalam fenomena penurunan tajam harga emas dunia yang baru-baru ini menembus ke bawah level psikologis $4.000 per troy ounce. Kehadiran analis Dupoin di televisi nasional ini menjadi bukti nyata kredibilitas perusahaan sebagai salah satu pialang berjangka terdepan yang pandangannya menjadi rujukan para investor dan pelaku pasar di Indonesia.

Berikut adalah rangkuman analisis mendalam dan poin-poin penting dari wawancara bersama Geraldo Kofit di Kompas TV:

1. Pemicu Utama Anjloknya Harga Emas ke Bawah $4.000

Menjawab pertanyaan mengenai faktor utama dibalik tekanan berat yang dialami logam mulia, Geraldo menjelaskan bahwa eskalasi geopolitik terbaru justru memberikan dampak yang tidak biasa pada emas.

"Terjadinya penyerangan di Selat Hormuz yang kembali ditutup oleh pemerintah Iran akibat eskalasi dengan Amerika Serikat pada Minggu malam menjadi pemicunya. Dampaknya justru membuat tekanan perdagangan emas di hari Senin mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level $4.000," jelas Geraldo.

Ia menambahkan bahwa eskalasi ini memicu lonjakan harga minyak mentah yang berpotensi melambungkan angka inflasi global. Ketika inflasi meningkat, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan (interest rate) oleh Federal Reserve (The Fed) ikut naik. Suku bunga yang tinggi membuat mata uang Dolar AS dan imbal hasil obligasi lebih menarik, sehingga instrumen safe haven seperti emas cenderung ditinggalkan sementara waktu oleh investor.

2. Apakah Ini Siklus Penurunan Pertama dalam Sejarah?

Melihat data Bloomberg di mana harga emas turun di bawah $4.000/troy ounce, Geraldo menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah hal baru. Mengacu pada siklus 6 tahun terakhir, emas pernah mengalami fase serupa pada tahun 2020.

"Setelah perang Rusia-Ukraina memicu harga emas ke level tertinggi saat itu di $2.063, pasar sempat mengalami koreksi dalam hingga ke level terendah $1.600. Artinya, penurunan tajam ini wajar terjadi sebagai bentuk aksi ambil untung (profit taking) setelah emas mengalami rally kenaikan yang sangat agresif sebelumnya," ungkapnya.

Welcome Reward Digital - 1920_1080  (4) copy 2.jpg

3. Dominasi Aksi Jual & Prospek Suku Bunga The Fed

Menurut analisis Dupoin Futures, pasar saat ini masih dikendalikan oleh aksi jual (seller) yang jauh lebih dominan dibandingkan minat beli (buyer). Terkait arah kebijakan moneter AS pada pertemuan FOMC 29 Juli 2026 mendatang, Geraldo memaparkan data probabilitas pasar saat ini:

  • Peluang suku bunga naik: 43,3%
  • Peluang suku bunga tetap (no change): 56,7%

Ia menilai, peluang harga emas untuk kembali mencetak rekor tertinggi (misalnya kembali ke level $5.300) di sepanjang tahun 2026 ini masih tergolong kecil, yakni di bawah 50%. Pasar membutuhkan katalis kuat dari makro global, seperti kebijakan terbaru Donald Trump atau pernyataan dovish dari Gubernur The Fed untuk bisa membalikkan arah tren emas.

4. Proyeksi Harga & Rekomendasi untuk Investor: Beli atau Tahan?

Bagi masyarakat awam maupun investor yang sedang mempertimbangkan untuk masuk ke pasar emas saat ini, Geraldo memberikan panduan strategis yang sangat jelas berdasarkan analisis teknikal dan fundamental:

  • Rekomendasi Utama: TAHAN DULU (HOLD/WAIT & SEE).
  • Alasan Teknis: Belum ada tanda-tanda kuat terjadinya konfirmasi kenaikan (rebound) dalam waktu dekat. Trader disarankan menunggu rilis data krusial AS seperti CPI (Indeks Harga Konsumen) dan PPI sebagai penentu arah selanjutnya.
  • Target Support (Area Beli Ideal): Dalam jangka pendek hingga menengah (timeframe weekly hingga akhir Juli 2026), harga emas masih berpeluang melanjutkan penurunan menuju area support kuat di level $3.900 – $3.885 per troy ounce.
  • Level $3.885 - $3.900 dinilai sebagai titik pantul terkuat yang diuji pada 25 Oktober 2025 lalu sebelum emas bergerak signifikan, sehingga area tersebut menjadi level yang jauh lebih aman dan ideal untuk melakukan aksi pembelian (buy entry).

Diundangnya tim analis Dupoin Futures oleh media sekelas Kompas TV semakin menegaskan  posisinya sebagai broker yang tidak hanya menyediakan layanan transaksi perdagangan berjangka yang cepat, aman dan teregulasi BAPPEBTI, tetapi juga secara konsisten mendampingi nasabah dengan analisis pasar yang tajam dan terpercaya.

 

Peringatan Risiko: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Seluruh konten di atas tidak dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, ajakan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi apa pun.  Perdagangan aset finansial (Saham, Forex, Komoditas) melibatkan risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kehilangan modal. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca. DYOR (Do Your Own Research) sangat disarankan

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!